Yusuf dan Campbell (2023, hlm. 27) menegaskan bahwa profesi guru pada abad ke-21 harus diposisikan sebagai profesi modern, bukan romantisme tradisional. Pada usia ke-80 peringatan nasional, di tengah globalisasi dan digitalisasi, paradigma penghargaan perlu beralih dari simbolik ke material finansial dan struktural profesional.
C. Bagaimana Negara Maju Menghargai Gurunya
Finlandia, Korea Selatan, Jepang dan Kanada adalah contoh negara dengan penghargaan tinggi terhadap guru. Di Finlandia, seleksi guru sangat ketat, gaji kompetitif, dan dukungan karier diberikan dalam jangka panjang (Salhberg, 2022, hlm. 12). Korea Selatan memberikan status profesi dan sosial tinggi, gaji di atas rata-rata pekerja publik, perlindungan hukum, dan jaminan pensiun (Kim, 2020, hlm. 90). Negara maju tidak hanya menuntut profesionalitas guru, tetapi juga menyediakan kesejahteraan yang memungkinkan guru fokus pada profesionalitas pedagogis.
Penghargaan negara maju terhadap profesi guru umumnya ditopang oleh ekosistem kebijakan yang kuat. Finlandia, misalnya, menyediakan jaminan kesejahteraan hari tua, dukungan psikososial, serta pengembangan profesional berkelanjutan. Menurut Sahlberg (2021, hlm. 48–55), keberhasilan pendidikan Finlandia tidak hanya berasal dari kurikulum dan sistem evaluasi, tetapi terutama dari komitmen negara untuk memastikan guru memiliki kesejahteraan komprehensif yang memungkinkan mereka bekerja secara kreatif dan profesional. Model ini menunjukkan bahwa profesionalitas guru tidak dapat dilepaskan dari kualitas dukungan institusional.
Indikator penghargaan negara maju terhadap guru juga dibahas secara komparatif oleh Miller (2022, hlm. 29–36). Ia menegaskan bahwa terdapat tiga pilar utama yang konsisten muncul dalam berbagai negara berprestasi tinggi dalam literasi dan kompetensi global. Pertama, kompensasi finansial yang memadai dibanding profesi lain dengan kualifikasi yang setara. Kedua, status sosial-profesional yang tinggi, di mana guru dipandang sebagai intelektual publik, bukan sekadar pelaksana teknis kurikulum. Ketiga, adanya jalur karier dan jaminan hari tua yang stabil sehingga profesi guru dipersepsikan sebagai pilihan karier jangka panjang yang bermartabat. Analisis Miller tersebut menunjukkan bahwa penghargaan terhadap guru merupakan kombinasi antara kebijakan finansial, struktur jabatan, dan penghormatan sosial.








