“Nilai-nilai keagamaan tetap penting, tapi Kukerta harus aktif dan membaur dalam kehidupan masyarakat. Tinggalkan kesan yang baik dan bangun warisan positif bagi desa tempat kalian mengabdi,” pesannya.
Sementara itu, narasumber dari LPM UIN Jambi, Dr. Tanti, M.Si, juga menekankan pentingnya perencanaan program kerja (proker) yang jelas dan tepat sasaran. Ia mendorong mahasiswa untuk menciptakan kegiatan yang berdampak langsung dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat.
Melalui program Kukerta ini, mahasiswa IAI Tebo diharapkan mampu menjadi agen perubahan di tengah masyarakat. Dengan semangat pengabdian dan kolaborasi.
“Mahasiswa diharapkan tak hanya belajar dari masyarakat, tetapi juga membawa kontribusi positif yang berkelanjutan bagi desa tempat pengabdian,” cetusnya. (adl)









