“Sebab KSB menganggap seni bukan hanya untuk mendapatkan kenikmatan semata, melainkan juga sebagai media pembelajaran yang baik, pendidikan karakter,” katanya.
Ramoun mengatakan konsep acara ini memgedepankan seni puisi. “Acara ini dikonsep dengan menjadikan puisi sebagai instrumen utama dalam penampilan. Kalaupun ada cabang seni yang lain, itu sifatnya kolaboratif,” ujarnya.
Malam Puisi Kota Lintas kemudian mengambil tema Perempuan Puisi Puisi Perempuan. Ramoun mengatakan tema ini diambil katna berdekatan dengan bulan April yanh dikenal sebagai bulan Kartini.
“Lebih jauh dari itu, juga sebagai upaya untuk memacu semangat para perempuan kita untuk ikut serta terlibat dalam dunia tulis menulis yang hari ini didominasi oleh lelaki,” ujarnya.
Dalam acara ini dihadirkan pembacaan puisi, musikalisasi puisi, tari kontemporer, dramatisasi puisi dan ada pula bincang penulis. “Diskusi tentang kepenulisan dan perempuan, kita juga mengundang Feerlie Moonthana selaku penulis Bungo untuk berbincang,” kata Ramoun.
Diaenambahkan acara ini adalah acara KSB pertama pada tahun 2018. “Acara malam puisi ini juga sekaligus sebagai perayaan atas legalnya KSB secara hukum,” katanya.
Malam Puisi Kota Lintas akan diselenggarakan di Taman Kuliner Muara Bungo. “Dimulai pukul 19.30,” katanya.
Dia menambahkan anggota Komunitas seniman bungo, para penyair, para seniman muda kabupaten bungo, anak-anak sekolah, guru, serta komunitas2 yang berada di luar kabupaten bungo seperti penyair Asro Almurtawi dari Merangin, penyair dari Jambi dan lain-lain. (zek)








