Tebo  

Wartawan Tebo Demo di Depan Kantor Bupati, Gegara Sekda Sindi Larang Liputan

Lalu Muhammad Adlan alias Galang Ka Biro Tebo sidakpost.id, berorasi tentang UU No 40 thn 1999 tentang Pers, juga tentang kebebasan Pers dalam menyampaikan pesan-pesan pemerintah atau pesan pembangunan di persada nusantara. Foto : Lalu

SIDAKPOST.ID, TEBO – Gegara Sekda Tebo Sindi melarang wartawan meliput Rakor Karhutla baru-baru ini, berujung hari ini para Wartawan yang tergabung dalam Persatuan Wartawan Kabupaten Tebo provinsi Jambi menggelar demo atau aksi damai, bertempat di depan Pintu Gerbang Kantor Bupati Tebo, Senin (02/06/2025).

Pada gelar aksi damai ini Persatuan Wartawan Kabupaten Tebo mendapat pengawalan ketat dari pihak Poles Tebo,TNI dan Satpol PP. Para Wartawan yang berorasi dengan Lantang menyuarakan aspirasinya dengan menggunakan pengeras suara (toa-red).

Para Wartawan yang berunjuk rasa akhirnya ditemui oleh Wakil Bupati (Wabup) Tebo Nazar Efendi yang mempersilahkan perwakilan dari media, untuk masuk dan lanjut berdiskusi langsung guna menyampaikan aspirasi dan tuntutan mereka.

Baca Juga :  Ikuti Rakor Virtual Pemkab Tebo Sinergi dengan Pusat, Terkait Dua Program Strategis

Dalam pertemuan yang berlangsung dengan suasana terbuka, salah seorang perwakilan Wartawan Syahrial alias Iyal menyampaikan beberapa poin tuntutan penting, diantaranya adalah desakan agar Pemkab Tebo menjamin kebebasan Pers dalam peliputan seluruh kegiatan pemerintahan, tanpa ada diskriminasi terhadap media tertentu.

Baca Juga :  Pasca Bom Bunuh Diri Polsek Astana Anyar, Polres Tebo Perketat Penjagaan

Juga menuntut agar Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Tebo diaudit secara menyeluruh, khususnya dalam hal pengelolaan anggaran yang berkaitan dengan kegiatan media.

“Pentingnya transparansi agar wartawan lokal tidak hanya menjadi penonton saja dalam kegiatan, melainkan yang seharusnya melibatkan mereka secara aktif,” pinta Iyal.

Aksi ini diakhiri dengan komitmen dari pihak pemerintah daerah untuk menindaklanjuti aspirasi para Wartawan dan melakukan evaluasi terhadap mekanisme peliputan serta alokasi anggaran media, semoga