“Kalau ditanya Bapak-Ibu kloter mana, jawabnya BTH 22. Jangan bilang kloter Jambi, karena yang tahu kodenya adalah BTH 22,” tegasnya.
“Kloter 22 BTH disebut istimewa karena merupakan gabungan jamaah dari tiga wilayah: Kabupaten Kerinci, Kabupaten Tebo, dan Kota Jambi, dengan total 442 orang. Tiga jamaah lainnya terpaksa ditunda keberangkatannya karena kondisi kesehatan, dan diharapkan dapat menyusul di kloter berikutnya,” sambungnya.
Dikatakannya, untuk kelancaran ibadah, setiap kloter telah dilengkapi petugas pendamping. “Ketua Kloter 22 adalah Hamdi Harmaini dari Kerinci. Pemimpin ibadah dipercayakan kepada Haji Luqman Hakim dari Kabupaten Kerinci. Jamaah juga akan didampingi oleh Tim Kesehatan Haji Indonesia [TKHI], salah satunya Dokter Kambali Sugito yang sudah siap bertugas,” katanya. (Ais)








