Wagub Abdullah Sani: Lulusan Perguruan Tinggi Harus Mampu Mengolah Potensi Daerah Menjadi Produk Bernilai Tambah

Wagub Jambi Abdullah Sani saat menghadiri Wisuda Sarjana Ke-X STITEKNAS Jambi di Swiss-Belhotel Jambi, Rabu (10/6/2026). Foto: Diskominfo Provinsi Jambi

Sementara itu, Ketua Sekolah Tinggi Teknologi Nasional (STITEKNAS) Jambi Prof. Drs. H. Sutrisno, M. Sc., Ph.D. menyampaikan rasa bangga pada pelaksanaan wisuda tahun ini yang dianggap sangat istimewa karena menandai beberapa capaian penting institusi dalam upaya memperluas akses pendidikan tinggi dan memperkuat hubungan dengan dunia industri.

Menurutnya wisuda kali ini istimewa karena merupakan momen pertama bagi lulusan yang diterima melalui jalur Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Melalui jalur ini, STITEKNAS mengakui pengalaman kerja puluhan tahun para profesional industri sebagai bagian dari pemenuhan persyaratan akademik untuk studi lanjut.

Langkah ini dipandang sebagai upaya strategis untuk menjembatani pendidikan tinggi dengan kebutuhan dan dinamika dunia kerja.

Baca Juga :  Wagub Sani: APPSI Jambi Pilar Penguat Ekonomi Rakyat dan Pasar Berdaya Saing

“Penerimaan mahasiswa melalui RPL adalah langkah awal kami dalam memperluas akses pendidikan tinggi serta mendekatkan kampus dengan dunia industry. Program ini mengakselerasi proses pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan sektor kerja dan menjadi kontribusi nyata terhadap cita-cita transformasi Merdeka Belajar—Kampus Merdeka menuju ekosistem kampus yang lebih adaptif dan kolaboratif,” tuturnya.

Baca Juga :  Jambi Penyumbang Inflasi Tertinggi, Gubernur Bersama Satgas Pagan Bergerak Cepat

“Pada periode wisuda ke-X pada hari ini, STITEKNAS JAMBI akan mewisuda sebanyak 100 orang wisudawan pada masing-masing program studi Teknik Mesin 79 mahasiswa dan program studi Teknik Industri 21 mahasiswa, berdasarkan hasil penelusuran studi (tracer study), sebanyak 86 % lulusan mendapatkan pekerjaan kurang dari enam bulan, 14 % lebih dari enam bulan atau bahkan tidak mencari kerja karena telah memiliki usaha sendiri, sebagai bentuk kewirausahan,” lanjutnya. (Ais)