SIDAKPOST.ID, BUNGO – Belasan pegawai Institut Administrasi dan Kesehatan Setih Setio (IAKSS) Kabupaten Bungo akhirnya angkat suara.
Merasa gaji tak kunjung layak, mereka ramai-ramai mendatangi Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Bungo untuk mengadu.
Aksi ini dipicu kondisi upah yang dinilai masih jauh di bawah standar Upah Minimum Regional (UMR), meski sebagian dari mereka telah mengabdi hingga puluhan tahun.
Doni, salah satu perwakilan pegawai, mengungkap fakta yang cukup mencengangkan. Ia menyebut ada pegawai yang sudah bekerja hingga 20 tahun, namun gaji yang diterima masih stagnan di angka Rp1,8 juta per bulan.
“Bayangkan, ada yang sudah 20 tahun bekerja, tapi gaji kami masih Rp1,8 juta. Ini jelas jauh dari UMR. Kami hanya minta dinaikkan jadi Rp2,5 juta, itu pun menurut kami masih wajar,” tegas Doni, Jumat (17/4/2026) kemarin.
Menurutnya, loyalitas para pegawai selama ini seolah tidak dihargai secara layak.” Kami berharap ada kebijakan konkret dari pihak kampus untuk memperbaiki kesejahteraan karyawan,” tutupnya.
Menanggapi hal tersebut, Plt Kepala Disnakertrans Bungo melalui Kabid Hubungan Industrial, Saut Hutabarat, menyatakan pihaknya telah langsung turun tangan melakukan mediasi awal.
“Kami sudah memfasilitasi pertemuan dengan para pegawai. Selanjutnya, kami akan memanggil pihak Ketua Yayasan dan Rektor IAKSS untuk klarifikasi dan mencari solusi terbaik,” ujar Saut.
Ini menjadi sorotan, mengingat isu kesejahteraan tenaga kerja di sektor pendidikan kembali mencuat ke permukaan. Kini, para pegawai hanya bisa berharap perjuangan mereka berbuah hasil, bukan sekadar janji. (sri)







