“Mudah-mudahan pemerintah bisa membantu ataupun ada uluran tangan dermawan agar anak saya bisa berobat ke Palembang,” sambungnya berurai air mata.
Esa bercerita, sakit yang diderita anaknya itu, pertama kali dirasakan saat Rachju pulang bekerja dari Merlung, Tanjung Jabung Barat pada November 2018 lalu. Saat itu, Rachju mengeluhkan dadanya sakit seperti ditusuk-tusuk. Lalu, sang ibu memberikan obat penghilang nyeri. Namun, sakit yang diderita Rachju tak kunjung hilang.
Sementara, Kepala Sekolah SMK Muhammadiyah Jambi, Essy Sulistiawati usai menjenguk Rachju merasa tersentuh melihat nasib mantan muridnya tersebut. Dia tak menyangka, muridnya yang periang dan berprestasi tersebut harus menderita sakit yang parah hingga tubuhnya tinggal kulit pembalut tulang.
“Saya baru dapat kabar dari grup WA dan langsung berkunjung ke rumahnya. Atas insiatif bersama, kami iuran untuk membantu meringankan beban keluarga Rachju,” kata Essy.
Meski tak seberapa, dia berharap bisa meringankan beban keluarga Rachju dan menjadi pintu masuk para dermawan yang hendak membantu meringankan beban Rachju.
Dia mengimbau kepada para dermawan yang ingin membantu untuk mengirimkan donasi melalui No. Rek BRI 002001141715502 atas nama Endah Pratiwi.
“Bisa juga melalui saya atau langsung ke rumah Rachju di RT 22 Jln Lingkar Selatan, Desa Talang Belido, Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi,” pungkasnya. (RED)








