Tenyata Galangan Kapal Tertua di Asia Tenggara Ada di Sabak Jambi

Foto : Kapal Zabag Diperkirakan rentang umurnya sejak abad ke 3 hingga 14 (foto istimewa)

Menurut dia, sejak tahun 1997 situs ini sudah dinyatakan sebagai peninggalan arkeologi yang penting. Karena kondisinya cukup rapuh, maka situs ditutup kembali. Menurut Ali, hasil sementara ekskavasi di sisi utara ditemukan ada tujuh papan. Menariknya papan-papan itu disambung dengan pasak kayu dan diikat dengen ijuk (tali) berwarna hitam. Bentuk yang sama juga ditemukan di sebelahnya.

Menurut dia, sejak tahun 1997 situs ini sudah dinyatakan sebagai peninggalan arkeologi yang penting. Karena kondisinya cukup rapuh, maka situs ditutup kembali. Menurut Ali, hasil sementara ekskavasi di sisi utara ditemukan ada tujuh papan. Menariknya papan-papan itu disambung dengan pasak kayu dan diikat dengen ijuk (tali) berwarna hitam. Bentuk yang sama juga ditemukan di sebelahnya.

Teknik ini (Pasak kayu dan tali ijuk) dikenal sebagai teknik Asia Tenggara. Bangsa-bangsa Asia Tenggara dan Nusantara sudah membuat kapal dengan teknik ini di abad ke 3. Salah satu contoh temuan di Palembang, Rembang dan Cirebon. Ada juga temuan kapal kuo di Ponti, Malaysia sudah menggunakan teknik ini. Begitu juga di Filipina abad 13-14 Masehi,” kata Ali Akbar, yang menggunakan rompi bertuliskan arkeolog.

Baca Juga :  Kunker ke Bungo Gubernur Jambi, Gelar Rapat Koordinasi Penanganan Covid
Baca Juga :  Tiga Remaja Putri di Bungo Tewas Dihantam Xenia

Dia menceritakan, temuan kapal karam di dasar laut Cirebon diperkirakan abad ke 10 menggunakan teknik yang sama. Juga di Rembang kapal abad ke 8 menggunakan teknik yang sama. Namun untuk Kapal Zabag, Abe—sapaan akrab Ali Akbar—belum bisa memastikan usianya.  “Kita belum tahu usianya berapa, tetapi sampel kayunya sudah kita bawa ke Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan). Kira-kira (Kapal Zabag) rentan waktunya diperkirakan abad ke 3 sampai 14 Masehi,” jelas Abe.