Paripurna DPRD Bungo, Pandangan Umum Fraksi Soroti Sektor PAD

Riana Anggota DPRD Fraksi Golkar saat menyampaikan pandangan umum. Foto : Julian

SIDAKPOST.ID, BUNGO – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bungo menggelar Rapat Paripurna dengan agenda penyampaian pandangan umum Fraksi-fraksi terhadap Ranperda tentang perubahan APBD Kabupaten Bungo Tahun Anggaran 2025, Rabu (17/9).

Paripurna ini di pimpin oleh Wakil Ketua I DPRD Bungo, Bujang Pardinan, didampingi Wakil Ketua Darwandi. Turut hadir, Pj Sekda, Forkopimda, anggota DPRD Bungo, para kepala OPD, para Camat, Lurah dan tamu undangan.

Dalam paripurna ini, masing-masing fraksi memberikan beragam masukan dan penekanan terhadap arah kebijakan anggaran perubahan diharapkan tetap berpijak pada prinsip kepentingan masyarakat serta akuntabilitas tata kelola daerah.

Baca Juga :  Jasa Raharja Dorong Kemandirian Keluarga Ahli Waris Korban Kecelakaan Melalui Program JR Pelita di Bandung

Selain itu, fraksi-fraksi juga menekankan pentingnya peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) melalui optimalisasi sektor-sektor potensial, termasuk retribusi dan pajak daerah, agar ketergantungan pada dana transfer dapat dikurangi.

Fraksi Nasdem memberikan pandangan, dalam APBD perubahan ini harus mampu menjawab tantangan nyata yang dihadapi daerah, seperti keterbatasan fiskal, meningkatnya kebutuhan layanan publik, serta tuntutan pembangunan yang berkelanjutan, terhadap hal tersebut, perlunya dilakukan langkah strategis.

Baca Juga :  BSPS Kabupaten Tebo, Bertambah Menjadi 1.060 Unit Tahun 2019

Fraksi Nasdem menyarankan, optimalisasi pajak daerah dan retribusi daerah dengan memperbaiki sistem administrasi, digitalisasi pembayaran serta memperluas basis wajib pajak.

Sementara itu Fraksi PAN berpandangan, bahwa perubahan APBD harus dimanfaatkan sebagai momentum memperkuat fondasi keuangan daerah, memperluas basis pendapatan, serta menajamkan fokus belanja daerah pada sektor-sektor yang benar-benar berdampak luas dan berkelanjutan. Peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) harus diikuti strategi yang inovatif dan realistis.