Panglima TNI Beri Pangkat Luar Biasa Kepada Prajurit Penumpas KKB

Panglima TNI menegaskan, selama ratusan warga sipil diisolasi di Kimbeli, Banti dan area longsoran dekat Kali Kabur, warga mendapatkan perlakuan yang tidak manusiawi dari KKB-TPN OPM.

“Para sandera juga terintimidasi, bahkan 12 wanita dilaporkan mengalami kekerasan seksual,” ujar orang nomor satu di jajaran TNI itu.

Berdasarkan data yang diterima pihak kepolisian, jumlah uang yang dirampas mencapai Rp107,5 juta, emas hasil dulangan yang dijarah sebanyak 254,4 gram, dan sebanyak 200-an telepon genggam disita oleh KKB.

Baca Juga :  Kabar Duka, Veteran Pejuang 45 di Tebo Tutup Usia

Jenderal Gatot Nurmantyo menegaskan, tindakan tersebut tidak bisa dibiarkan terus berlangsung sehingga negara melalui aparat TNI dan Polri harus hadir untuk menyelamatkan masyarakat sipil.

“Urgensinya, karena penyanderaan sudah dilakukan sejak tanggal 1 November dan semakin hari kesehatan para sandera semakin menurun, kelaparan karena persediaan logistik mereka sudah mulai habis sehingga harus segera diambil tindakan tegas,” ujar Panglima TNI.

Baca Juga :  Pukuli Korban dengan Kayu, dan Rampas HP-Nya, Pria Ini Ditangkap Polisi

Tindakan tegas itu harus segera dilakukan mengingat berbagai upaya pendekatan telah dilakukan Kapolda Papua Irjen Polisi Boy Rafli Amar bersama para tokoh tapi tidak juga meluluhkan hati para anggota kelompok separatis bersenjata itu.

“Pak Kapolda sudah menggunakan berbagai macam cara untuk negosiasi, baik melalui tokoh gereja, tokoh masyarakat, Pemda dan semua upaya dilakukan,” kata Gatot. (Sp03)