Mustafa Ukir Sejarah, Tokoh Masyarakat Apresiasi Gawi Agung Bejuluk Beadek

Dari pantauan media, Gawi Agung Bejuluk Beadek berlangsung lancar dan meriah. Acara dibukan tarian kolosal Tali Kiang Anak Tuha oleh pelajar Lampung Tengah.

Bupati Lampung Tengah DR. Ir. Mustafa, Wakil Bupati Loekman Djojosoemarto berserta 311 tokoh masyarakat penerima gelar adat diarak dari lapangan Merdeka Gunungsugih menuju Gedung Sesat Agung Nuwo Balak.

Rombongan diarak lagi menuju Villa Nuwo Tukho Nurdin. Arak-arak dilakukan dari sembilan kebuayan yakni Nunyai,  Unyie,  Subing, Nuban, Beliuk, Selagai, Anak Tuha,  Nyerupo dan Pubian. Di sana melaksanakan tari Penganggik Wajib dari 9 marga, lalu besekhak beasah, bepusek dan turun mandi.

Baca Juga :  77.085 Orang Terima Bantuan Dumisake Kesehatan Jambi Mantap

Acara ditutup di Sesat Agung Nuwo Balak dengan pemberian adok kepada 311 tokoh masyarakat. Mereka diberi adok suttan yang disesuaikan dengan kebuaian masing-masing untuk menjadi suttan diwilayahnya masing-masing

Sukses menyelenggarakan Gawi Agung Bejuluk Beadek, Bupati Lampung Tengah Mustafa mengaku bersyukur dan bangga bisa menjadi bagian dari kekayaan budaya yang ada Lampung Tengah. Pihaknya berkomitmen akan terus melestarikan kebudayaan yang ada.

“Ada Bali, Jawa, Sunda, Lampung dan kebudayaan lainnya. Ini adalah kekayaan yang harus kita jaga, kita lestarikan, dan kita kenalkan secara luas. Selama ini masih banyak yang belum mengenal kebudayaan Lampung secara mendalam, inilah saatnya, melalui Gawi Agung kita kenalkan luas budaya kita,” ujar bupati.

Baca Juga :  Aktivitas PETI Terus Bergerak Di Pamenang Pihak Terkait Terkesan Tutup Mata

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak-pihak yang telah berpatisipasi menyukseskan acara tersebut. Begitu juga dengan ribuan warga yang turut meramaikan Gawi Agung Bejuluk Beadek.

“Insya Allah ini akan menjadi even tahunan di Lampung Tengah. Semoga apa yang menjadi target kita tercapai, budaya Lampung semakin dikenal dan secara sosial tidak ada lagi sekat antara pendatang serta penduduk asli atau pribumi,” pungkasnya.(red)