KLH Komitmen Bisnis Pengolaan Sampah Secara Nasional

Menurut data nasional dan profil dasar limbah padat, produksi sampah di Indonesia saat ini mencapai 64 juta ton per tahun. Tahun 2025, pemerintah menargetkan pengurangan sampah sebesar 30 persen atau 20,9 juta per ton tahun.

Sedangkan target penanganan sampah sebesar 70 persen atau 49, 9 juta ton per tahun. Komposisi sampah di Indonesia terbagi menjadi organik 60 persen, plastik 15 persen, kertas 10 persen, dan lainnya (metal, kaca, kain, kulit) 15 persen.

Dikatakan Polly Lengkong, Ketua Ikatan Pemulung Indonesia, saat ini tercatat sekitar 6.000 pemulung di Bantar Gebang, jika tidak ada pemulung, 20 – 30 % sampah tidak akan terangkut.

Baca Juga :  Rubi Handojo Sampaikan Shifting Mindset Jadi Kunci Kesuksesan Pengembangan Human Resources Jasa Raharja

Untuk itu, Polly punya ikatan dan konsep menjadikan ‘Pemulung Bermartabat’, dengan mendirikan kampung pemulung dimana pemulung tidak lagi tinggal di gubuk; mendirikan kawasan indistri pengelolaan sampah; dan mendaftarkan menjadi anggota BPJS.

Sektor informal lainnya dalam pengelolaan sampah yang berkembang secara masif saat ini adalah bank sampah. Dimana masyarakat diedukasi secara langsung oleh penggiat bank sampah untuk melakukan pemilahan sampah di rumah tangga dan membawa sampah yang dapat didaur ulang untuk ditabung di bank sampah.

Baca Juga :  Bupati Bungo Gelar Takbiran Bersama Jajaran di Pendopo Rumah Dinas

Hal ini menumbuhkan ekonomi sirkular di masyarakat. Jumlah Bank Sampah saat ini telah mencapai 5.244 bank sampah di 31 propinsi dan 218 kabupaten/kota di Indonesia.

Jumlah pelibatan masyarakat di Bank Sampah sebanyak 174.904 orang. Kontribusi bank sampah terhadap pengurangan sampah nasional sebesar 1,7%.

Sebagaimana dikatakan Saharudin Ridwan, Ketua Asosiasi Bank Sampah Indonesia, bahwa konsep Bank Sampah adalah dari masyarakat, oleh masyarakat dan untuk masyarakat. lewat bank sampah lingkungan jadi bersih, dan masyarakat mendapatkan manfaat ekonomi.