Selain hilirisasi, penguatan kualitas sumber daya manusia juga menjadi kunci penting pengurangan kemiskinan jangka panjang.
Menurut teori human capital yang dikemukakan Gary Becker, pendidikan dan keterampilan merupakan investasi utama dalam meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat.
Artinya, masyarakat yang memiliki pendidikan dan keterampilan lebih baik akan memiliki peluang ekonomi yang lebih besar.
Karena itu, pembangunan pendidikan vokasi, pelatihan kerja, dan penguatan ekonomi kreatif harus menjadi prioritas pembangunan daerah ke depan.
Provinsi Jambi sebenarnya memiliki modal besar untuk terus menurunkan angka kemiskinan. Potensi sumber daya alam yang melimpah, posisi geografis yang strategis, serta bonus demografi merupakan kekuatan yang dapat menjadi motor pertumbuhan ekonomi baru.
Namun semua itu harus didukung dengan tata kelola pemerintahan yang baik, kebijakan pembangunan yang tepat sasaran, dan kolaborasi lintas sektor.
Pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendiri. Dunia usaha, akademisi, perguruan tinggi, masyarakat sipil, dan seluruh pemangku kepentingan harus terlibat dalam menciptakan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
Di sisi lain, data penurunan kemiskinan ini juga perlu dijadikan momentum untuk memperkuat optimisme masyarakat.
Sebab pembangunan daerah sejatinya bukan hanya soal infrastruktur fisik, tetapi juga bagaimana membangun harapan dan kepercayaan masyarakat terhadap masa depan daerahnya.
Ketika masyarakat percaya bahwa pembangunan berjalan ke arah yang benar, maka partisipasi sosial akan meningkat dan stabilitas daerah menjadi lebih kuat.







