Sedangkan menurut para ulama fikih berpendapat bahwa al-maal adalah segala sesuatu yang memiliki nilai dan ada kewajiban untuk menanggung atau mengganti bagi orang yang merusaknya. Sebab-sebab kesombongan biasanya di karenakan
Kekayaan kekayaan atau harta seringkali membuat orang lupa sehingga rasa sombong itu muncul dari dirinya.
Mereka merasa memiliki harta yang lebih, yang membuat mereka merasa mampu melakukan apa saja yang mereka inginkan, seperti party, belanja, senang-senang dan lain-lain.
Kepandaian meskipun kepandaian sangat penting dan dapat membawa manfaat, tetapi jika di salah gunakan menjadi kesombongan maka itu bukan lah yang dapat di benarkan. Kepandaian juga terkadang dapat menjadi alasan seseorang untuk menjadi sombong.
Mereka merasa pandai dan orang lain di sekelilingnya tidak tau apa-apa sehingga dia merasa paling pandai, paling benar, dan paling tau segalanya.
Padahal kepandaian itu bukan digunakan untuk kesombongan tetapi untuk bekal hidup agar memberi manfaat.
Ketampanan atau kecantikan
Memiliki wajah tampan dan cantik adalah suatu nikmat atau anugerah dari Allah SWT, namun seseorang terkadang menjadi ujub atau membanggakan dirinya karena kelebihan fisiknya.
Padahal kecantikan atau ketampanan yang mereka punya tidak selamanya akan seperti itu semakin tua maka wajah juga akan semakin tua dan tidak cantik dan tampan lagi.
Harta dan kesombongan adalah suatu hal yang sangat berhubungan, karena memang tabiatnya manusia jika memiliki harta mereka akan sombong kecuali orang-orang yang melaksanakan sholat.
Sebagaimana yang disebutkan dalam surah [Al-Ma’arij:19:20:21]. Dalam islam diajarkan untuk membagi harta kita seperti bersedakah / zakat. Orang berzakat dan bersedekah akan ditambahkan rezeki padanya oleh Allah SWT.







