Selain itu kata Imam, upaya-upaya pencegahan karhutla, penegakan hukum juga sangat penting untuk menimbulkan efek jera bagi setiap pihak yang terbukti melakukan pembakaran,” jelas Imam.
Dalam upaya pengendalian karhutla di wilayah Sumatera Selatan, telah disiapkan juga Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC)-hujan buatan oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Upaya ini untuk mendukung Satgas Kebakaran Hutan dan Lahan Sumatera Selatan, dalam penanganan karhutla pada musim kemarau.
Selain dihadiri Asisten Deputi Tata Kelola Kehutanan Kemenko Perekonomian, apel ini juga diikuti oleh kurang lebih 1.500 peserta yang berasal dari instansi Korem 044/ Garuda Dempo, Kodim 0402 OKI/OI 60, Polres Ogan Ilir /Brimob Polda Sumsel, Satpol PP, Bidang Pemadam Kebakaran Ogan Ilir.
Perwakilan Dinas Sosial Ogan Ilir, Perwakilan Dinas kesehatan Ogan Ilir yang terdiri dari Dokter dan paramedis, BPBD Ogan Ilir, Masyarakat Peduli Api (MPA) wilayah Ogan Ilir, BPBD Provinsi Sumsel, Relawan Destana Kabupaten Ogan Komering Ilir, MPA Kabupaten Muara Enim, Perusahaan pemegang konsesi, Polhut Dinas Kehutanan Sumsel, dan Brigade Pengendalian Karhutla KLHK-Manggala Agni.
Sementara itu, pantauan Posko Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan KLHK pada, Selasa (15/05/2018) pukul 20.00 WIB, mendeteksi ada tiga hotspot yang terpantau satelit NOAA-19, dua titik di Kalimantan Timur dan satu titik di Sulawesi Selatan. Sementara Satelit TERRA-AQUA (NASA) mendeteksi satu hotspot di Gorontalo. (red)







