“Saya berterimakasih kepada Jasa Raharja Bali yang sudah membantu penghijauan di Kota Denpasar. Kami di Kota Denpasar dibantu 485 pohon jempiring yang merupakan maskot kita,” katanya.
Ditambah 100 pohon tabebuya. Mudah-mudahan tabebuyanya bisa mempercantik Kota Denpasar, harapannya.”Dukungan seperti ini semoga berkelanjutan. Apalagi saya juga menyaksikan ada bantuan kepada pihak yayasan kepada disabilitas,” katanya.
Direktur Hubungan Kelembagaan PT Jasa Raharja, Munadi Herlambang usai
menyerahkan bantuan didampingi Kepala Cabang PT. Jasa Raharja Cabang Bali, Abubakar Aljufri mengatakan, target TJSL Jasa Raharja tahun ini adalah untuk lingkungan dan disabilitas.
Tahun lalu, program TJSL PT Jasa Raharja targetnya properti dan kemiskinan. TJSL Jasa Raharja sejalan karena mayoritas korban kecelakaan pria dan wanita usia produktif, itu efeknya ke kemiskinan sehingga targetnya di properti.
“Jadi tulang punggung keluarganya kecelakaan, itu yang kita bantu dengan alat-alat bantu seperti disable termasuk keluarganya, putra putri korban dibantu beasiswa,” papar Munadi.
Program tersebut kata dia untuk memutus mata rantai kemiskinan yang diakibatkan kecelakaan lalu lintas atau transportasi di seluruh Indonesia.
“Tahun ini (TJSL) lebih ke lingkungan karena pasca-pandemi harus recovery mulai dari ekonomi, lingkungan dan disable. Karena pandemi efeknya ke seluruh masyarakat, maka disable mulai kita rangkul dengan kegiatan-kegiatan dan alat bantu,” tutupnya. (rat)








