7 mata Rantai menggambarkan kebulatan tekad, 3 bintang mewakili Tribrata merupakan prinsip hidup Polri, Buku terbuka bermakna sumber pengetahuan berupa peraturan/ ketentuan yang merupakan landasan dalam pelaksanaan tugas dan kegiatan pengawasan.
Tulisan “Ngesti Tata Wikuning Nata” yang tertera dalam logo Itwasum Polri bermakna terdepan sebagai tauladan. Ngesti bermakna menjamin pelaksanaan kegiatan Polri telah sesuai dengan ketentuan perundang – undangan serta menjalankan fungsi selaku konsultan untuk memberikan Solusi atas permasalahan yang dihadapi organisasi.
Tata bermakna mampu mengelola administrasi dengan tertib untuk mewujudkan birokrasi yang bersih dan melayani,Wiku bermakna bahwa tugas dilaksanakan secara profesional sesuai standar pengawasan,” jelas Irwasum Polri.
Masih menurut Komjen Pol Dedi Prasetyo, bahwa Nata bermakna inspektorat sebagai pelindung dan penjamin kualitas. Warna- warna yang ada dalam logo Itwasum Polri juga memiliki sejumlah makna.
Kuning bermakna peringatan untuk mencegah terjadinya penyimpangan, Hitam bermakna komitmen untuk memedomani standar pengawasan, Putih bermakna ketulusan dan kejujuran yang menjadi landasan dalam pelaksanaan tugas.
” Sesangkan warna Merah bermakna tegas dan menjunjung tinggi ketidakberpihakan serta professional, Hijau bermakna selalu bertindak berdasarkan pembuktian memadai. ” pungkasnya. (asa)








