Hardiknas Ditengah Pandemi, Hidupkan Kembali Pemikiran Ki Hajar Dewantara

Berhentinya aktivitas masyarakat dan seluruh kegiatan di outdoor di tutup ,membuat perekonomian dunia menurun karena adanya Virus ini, lantas bagaimanakah nasib pendidikan di dunia khususnya di Indonesia ?

Saat ini pembelajaran yang awalnya 100 % dilakukan di sekolah sekarang tiba tiba pembelajaran dilakukan dengan virtual demi memutus mata rantai agar tidak semakin menyebar virus Coronanya.

Pembelajaran secara mau tidak mau juga harus di ikuti oleh masyarakat yang berpenghasilan rendah, pemerintah telah menetapkan kebijakan untuk membatasi interaksi dan menghindari kerumunan serta menerapkan physical distancing.

Baca Juga :  10 Tools Social Media Analytik Terbaik

Pendidikan di indonesia sebagai salah satu bidang yang terdampak Covid ,
dengan adanya pembatasan interaksi ini sekolahpun ditutup dan menggantikan proses kegiatan belajar mengajar (KBM) menjadi virtual dengan cara daring. Adanya perubahan cara belajar dan mengajar, terkadang muncul masalah yang dihadapi siswa dan guru bahkan orang tua murid.

Permasalahan yang dihadapi siswa di pembelajaran daring ini seperti materi belajar tak tersampaikan dengan baik, terkadang guru memberikan materi terlalu cepat materi yang belum selesai disampaikan, kemudian guru terpaksa menggantinya dengan materi lainny sehinnga membuat siswa tak paham secara maksimal.

Baca Juga :  Jambi dan Desain Besar Sawit-Kelapa-Karet: Antara Rencana Strategis dan Realita

Terjadi juga guru hanya memberikan tugas saja tanpa memberikan penjelasan mengenai materi yang di hadapi, permasalahan lainnya yang di hadapi siswa ketika terdapat siswa yang tinggal di daerah jarang sinyal akan terlambat mengakses informasi , yang
membuat siswa tertinggal informasi sehingga siswa menjadi terlambat mengumpulkan tugas.