“Jalan itu bukan sekadar akses biasa. Ada historis masyarakat di sana, ada kepentingan warga, bahkan ada aspek sosial yang harus dihormati. Karena itu perusahaan wajib menjelaskan secara terbuka kepada masyarakat, jangan hanya berkomunikasi di ruang tertutup,” tegasnya.
Ia berharap Pemerintah Kabupaten Tebo segera mengambil peran sebagai penengah agar polemik tersebut tidak berkembang liar di tengah masyarakat.
Romy juga mendesak PT Montd’Or Oil Tungkal Ltd membuka ruang dialog bersama warga, media, DPRD, dan pemerintah desa agar persoalan dapat diselesaikan secara baik tanpa menimbulkan kegaduhan berkepanjangan.
“Kalau memang semuanya sesuai aturan, sampaikan secara terbuka. Keterbukaan akan membangun kepercayaan publik. Jangan sampai masyarakat merasa ditinggalkan dalam persoalan yang menyangkut wilayah dan kepentingan mereka sendiri,” pungkasnya. (asa)







