Sedangkan pengertian Hedonisme menurut para ahli adalah “sesuatu yang dianggap baik sesuai dengan kesenangan yang didatangkannya. Dengan kata lain sesuatu yang hanya mendatangkan kesusahan, penderitaan, dan tidak menyenangkan adalah sesuatu yang dinilai tidak baik”(Burhanuddin 1997:81)
Ada dua faktor penyebab Hedonisme.
Pertama, Faktor internal yaitu berasal dari dalam diri sendiri. Sudah menjadi sifat dasar manusia itu ingin mempunyai kesenangan sebanyak banyaknya dengan bekerja seringan mungkin dan tidak puas dengan hal yang sudah dimiliki.
Kedua, Faktor eksternal yaitu, arus informasi dari luar yang sangat besar atau juga globalisasi. Kebiasaan kebiasaan orang dari luar negeri yang dianggap dapat membuat senang lalu diadaptasi oleh masyarakat Indonesia.
Ciri ciri Hedonisme di masyarakat:
Berfikir bahwa tujuan utama hidup seseorang adalah kenikmatan dan kesenangan pribadi,
tidak peduli dengan kepentingan dan kebahagiaan orang lain sehingga menjadi pribadi yang egois tidak pernah merasa puas dengan apa yang dimiliki bersifat konsumtif mereka yang menganut Hedonisme cenderung diskriminatif dan sombong
Dampak dari Hedonisme :
Hedonisme dapat memicu timbulnya sikap Individualisme, Konsumtif, Egois, Kurang bertanggung jawab, Boros, bahkan Korupsi.
Sifat boros – boros merupakan tindakan dalam membelanjakan harta untuk hal yang sia sia. Allah SWT berfirman:
وَآتِ ذَا الْقُرْبَى حَقَّهُ وَالْمِسْكِينَ وَابْنَ السَّبِيلِ وَلا تُبَذِّرْ تَبْذِيرًا
“Dan berikanlah haknya kepada kerabat dekat, juga kepada orang miskindan orang yang dalam perjalanan; dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros.” (QS. Al-Isra’ : 26)







