إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُوا إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِرَبِّهِ كَفُورًا
“Sesungguhnya orang-orang yang pemboros itu adalah saudara setan dan setan itu sangat kufur kepada Tuhannya” (QS. Al-Isra’ : 27)
Boros merupakan salah satu dampak dari Hedonisme, dan merupakan salah satu sifat tercela yang tidak diperbolehkan untuk di terapkan dalam islam.
Dampak negatif dari gaya hidup boros :
Tidak menghargai uang kesulitan melacak perginya uang menyebabkan utang menenggelamkan masa depan menimbulkan kecemburuan social menimbulkan sifat sombong
mengandalkan orang lain.
Contoh Kasus Hedonisme dan Boros Ibu Sandra cemburu melihat tetangganya telah berhasil membeli sebuah mobil.
Karena sifat hedonisme nya, Ibu Sandra memaksakan diri untuk membeli mobil yang serupa dengan yang dibeli oleh tetangganya, padahal dia sendiri sudah memiliki sebuah mobil, sehingga mobil yang sudah ada tidak terpakai dan Ibu Sandra pun terlilit hutang dikarenakan keterbatasan modal untuk membeli mobil tersebut.
Dari Kasus diatas, kita perlu mempelajari teori tentang konsumsi dalam ekonomi islam agar kita dapat lebih memprioritaskan kebutuhan daripada keinginan. Karena sejatinya dalam islam manusia yang mampu mengatur keuangannya sesuai dengan kebutuhan jauh lebih dicintai oleh Allah SWT.
Penulis : Cristyn Yohana Sianipar, Melda Junita, Nadya Tifany Ananda, Natalia Fitria Revini Pranata, Sari Puspita Dewi. (Mahasiswa prodi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jambi)







