Bungo  

Cuaca Masih Tak Menentu, BPBD Bungo Waspadai Longsor dan Karhutla

Kepala BPBD Kesbangpol Kabupaten Bungo Zaindi sat ditemui di rumah kerjanya, Senin (11/5/2026) siang. Foto : Sari

SIDAKPOST.ID, BUNGO – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kesbangpol Kabupaten Bungo terus memantau perkembangan cuaca di sejumlah titik rawan terjadinya bencana.

Meski berdasarkan rilis BMKG Kabupaten Bungo telah memasuki musim kemarau sejak April 2025 lalu, intensitas hujan hingga kini masih tergolong tinggi.

Kepala BPBD Kesbangpol Kabupaten Bungo, Zainadi mengatakan kondisi cuaca saat ini masih berada pada masa pancaroba.

Hal itu ditandai dengan turunnya hujan hampir setiap malam, meski suhu udara pada siang hari terasa cukup panas.

“Alhamdulillah, turunnya hujan hampir setiap malam ini sedikit banyak mengurangi risiko dampak kemarau panjang,” ujarnya, Senin (11/5/2026) saat ditemui di ruang kerjanya.

Baca Juga :  Palembayan Menangis di Tengah Reruntuhan: 60 Tewas, 69 Hilang, Ribuan Terisolir

Terkait kondisi banjir, BPBD sejauh ini belum menerima laporan adanya wilayah yang terendam, baik dari camat maupun datuk rio di Kabupaten Bungo.

Namun demikian, Zainadi mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap ancaman tanah longsor. Beberapa waktu lalu, longsor sempat terjadi di Kecamatan Batin III Ulu, tepatnya di wilayah Timbolasi.

Menurutnya, BPBD bergerak cepat melakukan penanganan sehingga akses jalan yang sempat tertutup material longsor dapat kembali dilalui dalam waktu singkat.

Baca Juga :  Pimpin Apel Siaga Karhutla, Al Haris : Karhutla Dampak Negatif Luar Biasa

“Proses pembersihan tidak sampai memakan waktu 10 jam. Sekitar 4 hingga 5 jam setelah kejadian, jalan sudah bisa dilalui kembali oleh masyarakat untuk beraktivitas,” tambahnya.

BPBD mencatat setidaknya ada empat kecamatan yang memiliki risiko tinggi terjadinya tanah longsor, yakni Kecamatan Limbur Lubuk Mengkuang, Batin III Ulu, Rantau Pandan, dan Pelepat.

Sementara itu, untuk potensi banjir, terdapat sekitar 75 desa atau dusun yang masuk kategori rawan apabila terjadi hujan lebat dengan durasi panjang, terutama kawasan pemukiman di dataran rendah sepanjang aliran sungai.