Cuaca Ekstrem 50 Derajat Mendadak Reda Saat Wukuf, Kiai Cholil: Pertolongan Allah di Arafah

Ketua Musyrif Diny, KH M Cholil Nafis. Foto : MUI DIGITAL

“Itu menunjukkan bahwa kita melepaskan semua atribut duniawi. Pangkat, kekayaan, bahkan merasa paling alim atau intelektual, semuanya tidak berarti apa-apa di hadapan Allah selain sebagai hamba-Nya,” tutur Kiai Cholil.

Ia juga menjelaskan makna Arafah sebagai momentum untuk mengenal diri dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

“Saat kita melepaskan atribut dunia, kita belajar mengenal diri sendiri. Kalau diri sendiri saja tidak kenal, bagaimana akan mengenal Allah yang menciptakan dirinya,” katanya.

Baca Juga :  189 JCH Bungo Siap Berangkat ke Tanah Suci, Satu Jemaah Tertunda karena Sakit

Di momen wukuf yang disebut sebagai tempat paling mustajab untuk berdoa, Kiai Cholil mengajak jamaah memurnikan tauhid dan tidak menjadikan hal duniawi sebagai sesuatu yang dituhankan.

Baca Juga :  Viet Nam National University Ho Chi Minh City Researchers Make COVID-19 Prevention, Control Products

“Pastikan yang dituhankan hanya Allah. Bukan jabatan, bukan harta, bukan popularitas, dan bukan pula intelektual,” pungkasnya. (**)

Editor ; Syukur

Sumber : MUI Digital