Sikap antipati dari publik sudah jauh di titik nadir. Selain memalukan juga “menggunakan uang negara” yang sama sekali tidak diperlukan.
Lalu bagaimana mau diharapkan apabila pejabat yang diharapkan sebagai leading sektor untuk menghadapi pandemik justru malah terjebak dengan polemik pembelian mobil mewah.
Ah. Beban yang seharusnya tidak mesti ditanggung oleh Al haris yang baru memasuki Gubernuran. Dan menghadapi polemik yang dilakukan oleh pejabat yang dipercayai negara untuk mengurusi dan menghadapi polemik.
Semoga Al Haris dapat melewati krisis ini dengan baik. Tentu saja didukung oleh tim yang kuat untuk bersama-sama, bergandengan tangan melewati krisis ini.
Musri Nauli : Direktur Media Publikasi Al Haris-Sani.







