Direktur CK Roni Setyawan mengatakan, ADOP bukan sekadar pelatihan operator alat berat, tetapi merupakan upaya nyata untuk membuka peluang kerja, meningkatkan kompetensi masyarakat lokal, serta mempersiapkan generasi muda Indonesia agar mampu bersaing di dunia industri yang semakin kompetitif. Kecakapan teknis operator tambang harus selalu diimbangi dengan kedisiplinan dan penguasaan diri yang prima.
“Melalui integrasi Program ADOP dengan Bintalfisdis dan Bela Negara, kami ingin memastikan setiap operator tidak hanya ahli dan cekatan mengendalikan alat berat, tetapi juga memiliki mentalitas tangguh dan kesadaran penuh akan keselamatan kerja. Disiplin tinggi adalah kunci utama untuk mencegah kelalaian sekecil apa pun di area tambang, sehingga target zero fatality dapat terwujud,” ujar Roni.
Pelatihan berdurasi 10 hari ini dirancang untuk membentuk fondasi karakter yang kokoh. Para peserta diajak memahami bahwa penerapan kedisiplinan yang ketat ala militer merupakan investasi karier. Melalui gemblengan ini, para lulusan Bintalfisdis didorong untuk menjadi role model dalam penerapan budaya disiplin operasional di lingkungan perusahaan.
ADOP Tingkatkan Kualitas Pekerja Lokal
Para peserta mengungkapkan, program ini adalah peluang emas untuk menembus industri pertambangan profesional langsung bagi putra daerah. Melalui proses seleksi ketat hingga gemblengan fisik dan mental, mereka dibentuk menjadi pribadi yang jauh lebih tangguh. Program ADOP membuktikan bahwa putra daerah yang berada di area operasional CK diberikan ruang dan kepercayaan penuh untuk tumbuh bersama perusahaan.
“ADOP adalah kesempatan pertama untuk memasuki dunia kerja profesional di industri pertambangan. Melalui program Bintalfisdis dan pelatihan lanjutan nanti, kami siap dibentuk menjadi Operator Juara yang tak hanya produktif, tapi juga sangat berorientasi pada keselamatan dan efisiensi kerja di lapangan,” tutur Riski Darmawansyah, perwakilan peserta berprestasi.








