Bang Jeck

Catatan Ekonomi Q3 2025: Saat Ekonomi Jambi Bangkit, Investasi Melambat

Muhammad Ridwansyah, Kepala Pusat Studi Perencanaan Bisnis dan Investasi, Universitas Jambi/Ketua Harian Tenaga Ahli Gubernur Jambi. Foto: Diskominfo Provinsi Jambi
  1. Percepatan realisasi belanja modal pemerintah daerah, terutama untuk proyek infrastruktur dasar, jalan produksi, dan energi terbarukan yang mendorong investasi swasta.

  2. Peningkatan iklim investasi daerah melalui penyederhanaan perizinan dan promosi investasi hijau (green investment).

  3. Pemanfaatan skema pembiayaan inovatif seperti Public Private Partnership (PPP) dan green bonds untuk mengurangi beban APBD dan menarik modal swasta.

  4. Penguatan investasi domestik (PMDN) dari pelaku UMKM dan koperasi melalui insentif fiskal dan kemudahan akses pembiayaan.

Jika langkah-langkah tersebut dijalankan efektif pada kuartal IV, maka kontraksi PMTB di triwulan III masih dapat dipulihkan. Dengan asumsi konsumsi rumah tangga tetap stabil dan ekspor tetap kuat, pertumbuhan ekonomi Jambi tahun 2025 berpotensi mencapai kisaran 4,8–5,2 persen, meskipun sedikit di bawah target semula akibat pelemahan investasi.

Sejarah membuktikan, perekonomian yang tangguh bukanlah yang tak pernah jatuh, melainkan yang selalu bangkit lebih kuat.

Jambi sedang menulis babak baru dari perjalanan ekonominya—dari kontraksi menuju kebangkitan, dari kehati-hatian menuju keberanian berinovasi. Jika semua pihak—pemerintah, swasta, dan masyarakat—bergerak dalam harmoni, maka lambatnya investasi hari ini bisa menjadi loncatan besar untuk pertumbuhan yang lebih inklusif dan berkelanjutan esok hari.

Oleh: Muhammad Ridwansyah
Kepala Pusat Studi Perencanaan Bisnis dan Investasi, Universitas Jambi/Ketua Harian Tenaga Ahli Gubernur Jambi.