Secara keseluruhan, implementasi GCG yang baik dalam LKS menjadi kunci penting dalam menjaga kinerja perusahaan yang baik dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap sistem perbankan syariah. Namun, tantangan dalam implementasi GCG masih perlu diatasi melalui upaya-upaya yang proaktif dan berkelanjutan dari LKS, regulator, dan pemangku kepentingan lainnya.
Tantangan dalam Implementasi GCG dalam LKS Terdapat beberapa tantangan dalam implementasi GCG dalam LKS, seperti kompleksitas prinsip syariah, keterbatasan sumber daya manusia, perbedaan persepsi dan nilai antara pihak-pihak yang terlibat, serta pengawasan dan regulasi yang masih kurang(Muchtar & SE, 2021).
Untuk mengatasi tantangan-tantangan tersebut, perlu dilakukan upaya-upaya seperti pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia, pengembangan sistem informasi dan teknologi, peningkatan komunikasi dan koordinasi antarpihak, serta peningkatan pengawasan dan regulasi yang berlaku.
Selain itu, perlu juga adanya tindakan-tindakan konkret dari LKS untuk menerapkan prinsip-prinsip GCG secara konsisten dan transparan, seperti melaksanakan evaluasi diri secara rutin, menerapkan kode etik dan perilaku yang jelas, serta meningkatkan mekanisme pengaduan dan pengawasan internal.
Peningkatan partisipasi nasabah, investor, dan masyarakat juga dapat menjadi solusi dalam menjaga implementasi GCG yang baik di LKS. Hal ini dapat dilakukan melalui pemberian akses informasi yang lebih transparan, memberikan ruang partisipasi dalam proses pengambilan keputusan, serta memperkuat mekanisme pengawasan independen.
Dalam konteks LKS, implementasi GCG juga harus memperhatikan prinsip-prinsip syariah yang berlaku, seperti memastikan adanya kesesuaian antara kegiatan bisnis dengan prinsip-prinsip syariah, memperkuat pengelolaan risiko yang berorientasi pada prinsip-prinsip syariah, dan memastikan adanya transparansi dalam pengelolaan dana nasabah(Riduwan et al., 2022).







