Lukman Edy: NU Harus Lebih Aktif Beri Pandangan soal Ekonomi Nasional

Wakil Ketua Umum PBNU, H Muhammad Lukman Edy. Foto: Dok. NU Online

SIDAKPOST.ID, DEPOK – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyiapkan langkah strategis untuk memperkuat kemandirian ekonomi warga Nahdlatul Ulama (NU) sekaligus meningkatkan kontribusi pemikiran organisasi tersebut terhadap persoalan ekonomi nasional.

Langkah ini dilakukan dengan menghimpun ekonom, akademisi, peneliti, serta kalangan ahli ekonomi syariah dan konvensional dalam bidang ekonomi PBNU. Wadah tersebut diharapkan mampu menghasilkan kajian dan rekomendasi berdasarkan perkembangan ekonomi jamaah maupun kondisi perekonomian bangsa.

Dilansir dari NU Online, Wakil Ketua Umum PBNU Muhammad Lukman Edy menjelaskan, bidang ekonomi akan menjadi ruang bagi para ahli untuk melakukan riset dan memberikan pertimbangan terkait berbagai persoalan ekonomi yang dihadapi masyarakat.

Baca Juga :  Peluang Usaha Budidaya Ikan Gabus

Hal itu disampaikannya dalam Rapat Koordinasi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama di Depok, Jawa Barat, Jumat (24/10/2026).

Menurut Lukman, keanggotaan bidang ekonomi akan diisi mayoritas oleh ekonom, akademisi, peneliti, santri lulusan S3, serta ahli ekonomi syariah dan konvensional. Komposisi tersebut dirancang agar fungsi kajian dan penelitian dapat berjalan secara fokus.

Baca Juga :  Jelang Wajib Halal 17 Oktober 2026, Industri Obat Tradisional Diminta Segera Bersiap

Ia menegaskan, kalangan akademisi dan peneliti perlu dibedakan dari pengusaha yang berperan langsung dalam menjalankan kegiatan usaha.

“Oleh sebab itu anggotanya adalah para ekonom akademisi peneliti ya santri-santri S3 ahli-ahli ekonomi syariah maupun konvensional dan bukan pengusaha ya supaya kita bisa membedakan nanti,” ujarnya.

Lukman menilai, peran NU dalam memberikan pandangan dan evaluasi terhadap perkembangan ekonomi nasional masih perlu ditingkatkan. Padahal, dinamika perekonomian terus bergerak dan membutuhkan perhatian serius dari berbagai kalangan.