Diduga Ancam Wartawan dengan Parang, Mantan Rio di Limbur Bungo Tuai Kecaman

Najamudin, pria yang diduga mengancam sejumlah wartawan saat menjalankan tugas jurnalistik, Minggu (5/7/2026). Foto: Sari

SIDAKPOST.ID, BUNGO – Sejumlah wartawan mengaku mendapat ancaman saat menjalankan aktivitas jurnalistik di Dusun Baru Lubuk Mengkuang, Kecamatan Limbur Lubuk Mengkuang, Kabupaten Bungo, Minggu (5/7/2026).

Ancaman itu diduga dilakukan oleh mantan Rio setempat, Najamudin. Peristiwa bermula ketika dua wartawan berinisial AZ dan RK bersilaturahmi ke rumah Iskandar, setelah sebelumnya diundang oleh pemilik rumah.

Setibanya di lokasi, keduanya dipersilakan masuk. Namun, di dalam rumah telah berada dua orang tamu, salah satunya Najamudin.

Menurut keterangan wartawan, Najamudin kemudian mempertanyakan identitas media dan tujuan kedatangan mereka ke Dusun Baru Lubuk Mengkuang.

Baca Juga :  Jelang Nataru, Kapolres : Waspadai Cuaca Tak Menentu

Situasi mendadak memanas. Najamudin diduga melontarkan kata-kata bernada ancaman sambil meminta seseorang mengambil parang.

“Apo tujuan kamu datang kesiko, ambek parang, ambik parang, nak aku kapak kamu wartawan ko. Kami dakdo urusan dengan polisi dan wartawan, kami cuma ngurus masyarakat,” ujarnya.

Tak berhenti di situ, ia kembali melontarkan ucapan yang diduga mengintimidasi para wartawan.

“Ngapo kamu wartawan sibuk menganggu usaha orang di Limbur Lubuk Mengkuang. Aku dak senang dengan wartawan, kagek kamu ku kapak,” katanya.

Baca Juga :  BPJS Cabang Bungo, Buka Layanan Bagi Pemudik 24 Jam

Menurut pengakuan wartawan, Najamudin juga menyampaikan pernyataan yang merendahkan profesi jurnalis dan menyebut setiap wartawan yang datang ke wilayah tersebut akan dihadang.

“Kabarnyo hari iko memang ado wartawan yang mau ke Limbur. Asal ado wartawan main ke Limbur akan kami hadang,” ucapnya.

Meski mendapat intimidasi, AZ dan RK memilih tetap tenang. Keduanya menjelaskan bahwa kedatangan mereka semata-mata memenuhi undangan Iskandar untuk bersilaturahmi.