Balap Liar Kian Merajalela, Jalan Lintas Sumatera di Muara Bungo Disulap Jadi Arena Adu Nyali

Sejumlah remaja terlihat berkumpul di Jalan Lintas Sumatera kawasan sebelum Jembatan Batang Bungo, Kecamatan Pasar Muara Bungo, Minggu (7/6/2026) dini hari. Lokasi tersebut diduga kerap dijadikan arena balap liar yang meresahkan warga dan membahayakan pengguna jalan. Foto: Sari

SIDAKPOST.ID, BUNGO – Aksi balap liar di Kota Muara Bungo kembali menjadi sorotan. Meski berbagai upaya penertiban terus dilakukan aparat kepolisian, sekelompok remaja masih nekat menjadikan Jalan Lintas Sumatera sebagai arena adu kecepatan yang membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Pantauan sidakpost.id, Minggu (7/6/2026) sekitar pukul 00.20 WIB, sejumlah remaja terlihat berkumpul di kawasan sebelum Jembatan Batang Bungo, Kecamatan Pasar Muara Bungo.

Tak lama berselang, mereka mulai memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi di jalur utama yang masih dilintasi kendaraan angkutan barang maupun penumpang.

Baca Juga :  Tim Safari Ramadhan Pemkab Bungo Sholat Tarawih di Dusun Tebing Tinggi

“Dini hari tadi saya baru pulang dari Tebo. Awalnya saya lihat ada sekelompok remaja berkumpul di pinggir jalan. Tidak lama kemudian mereka mulai balapan di jalan lintas. Sangat mengganggu dan membahayakan pengguna jalan lainnya,” ujar Andi, salah seorang pengendara yang melintas.

Menurutnya, aksi balap liar tersebut semakin mengkhawatirkan karena dilakukan di ruas jalan nasional dengan arus lalu lintas yang masih cukup ramai pada malam hingga dini hari.

“Ini jalan lintas yang dilalui banyak kendaraan. Kalau sampai terjadi kecelakaan, risikonya sangat besar. Yang saya lihat, aktivitas seperti ini hampir setiap malam Minggu sampai dini hari,” katanya.

Baca Juga :  Polres Bungo Gelar FGD Bersama Awak Media

Keluhan serupa disampaikan Yusuf, warga yang juga melintas di lokasi. Ia mengaku sering melihat aktivitas balap liar di sejumlah titik dalam Kota Muara Bungo, terutama pada malam akhir pekan.

“Balap liar ini bukan sekali dua kali. Hampir setiap malam Minggu selalu ada. Sepertinya mereka punya kelompok sendiri. Saat ada penertiban polisi di satu lokasi, mereka pindah ke lokasi lain,” ungkap Yusuf.