Harga Sawit di Kuamang Anjlok, Petani Keluhkan Penurunan Drastis

Tumpukan Sawit Hasil Panen Petani Dusun Daya Murni. Foto: Madi

SIDAKPOST.ID, BUNGO – Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di wilayah Kuamang, Kabupaten Bungo, mendadak anjlok drastis. Penurunan harga yang terjadi pada Jumat (22/5/2026) membuat para petani mengeluh karena pendapatan mereka turun tajam.

Jika sehari sebelumnya harga sawit masih berada di atas Rp3 ribu per kilogram, kini harga di tingkat pengepul disebut sudah berada di bawah Rp2 ribu per kilogram.

Jeki, warga Jalan Ranau, Desa Daya Murni, Kecamatan Pelepat Ilir, mengaku kecewa dengan turunnya harga sawit yang dinilai terlalu drastis dalam waktu singkat.

Baca Juga :  Bupati Bungo Sholat Tarawih di Masjid Agung Al- Mubarak

“Kemarin masih di atas Rp3 ribu per kilo, sekarang sudah di bawah Rp2 ribu. Kami petani jelas terpukul,” ujar Jeki kepada Sidakpost.id, Jumat (22/5/2026).

Menurutnya, kondisi tersebut membuat para petani kesulitan menutupi biaya operasional kebun yang terus meningkat, mulai dari pupuk hingga biaya panen dan angkut.

Baca Juga :  DPC Partai Gerindra Bungo Buka Penjaringan Balon Cabup dan Cawabup

Keluhan serupa juga disampaikan Ari, warga Lingga Kuamang. Ia mengatakan anjloknya harga sawit membuat ekonomi masyarakat perkebunan semakin tertekan.

“Harga sawit turun parah, sementara kebutuhan sehari-hari tetap jalan. Kami berharap harga bisa kembali normal,” katanya.

Warga berharap pemerintah maupun pihak terkait dapat memperhatikan kondisi para petani sawit di daerah tersebut. Sebab, sebagian besar masyarakat di wilayah Kuamang menggantungkan penghasilan dari sektor perkebunan sawit. (Sum)