SIDAKPOST.ID, JAKARTA – Lembaga Survei Indonesia (LSI) merilis hasil survei terbaru terkait evaluasi dan komitmen publik terhadap Pancasila pada 12 April 2026. Survei ini menyoroti pentingnya penguatan pemahaman ideologi negara di tengah derasnya arus informasi di era digital.
Dilansir dari rilis resmi LSI, Pancasila sebagai ideologi negara memiliki peran strategis tidak hanya sebagai dasar negara, tetapi juga sebagai pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Nilai-nilai yang terkandung dalam lima sila menjadi acuan dalam mengelola hubungan antarindividu maupun antar lembaga negara.
Dalam konteks ketatanegaraan, Pancasila merupakan bagian dari empat pilar kebangsaan bersama Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika. Berdasarkan keputusan Mahkamah Konstitusi, istilah tersebut dikenal sebagai empat pilar MPR RI yang memiliki fungsi strategis dalam sosialisasi nilai-nilai kebangsaan.
LSI menjelaskan, pengenalan terhadap Pancasila tidak hanya dilakukan oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), tetapi juga oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). Lembaga ini memiliki tanggung jawab untuk meningkatkan pemahaman serta penanaman nilai-nilai Pancasila di berbagai lapisan masyarakat, termasuk melalui sistem pendidikan nasional.
Secara historis, upaya penanaman nilai Pancasila telah dilakukan sejak lama. Pada masa Orde Baru, sosialisasi dilakukan secara masif, meskipun kerap dinilai sebagai bentuk indoktrinasi yang berkaitan dengan kepentingan kekuasaan saat itu.
Memasuki era Reformasi dan demokrasi, masyarakat memiliki kebebasan yang lebih luas dalam mengakses informasi. Perkembangan teknologi komunikasi dan media sosial menyebabkan arus informasi menjadi sangat cepat dan tidak terbendung, sehingga memunculkan tantangan baru dalam menjaga relevansi nilai-nilai Pancasila.
“Di tengah banjir informasi global, penting untuk mengetahui apakah masyarakat, khususnya generasi muda, masih memiliki pemahaman dan komitmen yang kuat terhadap Pancasila,” demikian disampaikan dalam rilis tersebut.
Melalui survei nasional ini, LSI berupaya mengukur tingkat pengenalan, evaluasi, serta komitmen masyarakat Indonesia terhadap Pancasila. Hasil riset ini diharapkan menjadi pijakan awal dalam menganalisis perkembangan ideologi Pancasila di tengah dinamika sosial dan kemajuan teknologi informasi. (Sum)









