IAI Tebo Resmi Beralih Status Menjadi Universitas Islam

Penyerahan SK Perubahan Status, Universitas Islam Tebo diterima oleh Rektor UI Tebo, Dr. Nurhuda di Jakarta. Foto : Lalu

SIDAKPOST.ID, TEBO – Perubahan status Institut Agama Islam (IAI) Tebo menjadi Universitas Islam (UI) Tebo, ditetapkan melalui penyerahan Surat Keputusan (SK) oleh Kementerian Agama Republik Indonesia, Jumat (20/02/2026) di Jakarta.

Momentum bersejarah ini menandai babak baru perkembangan pendidikan tinggi Islam di Kabupaten Tebo, SK perubahan status tersebut diserahkan langsung oleh Prof. Dr. H. Amien Suyitno, S.Ag., M.Ag., selaku Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia, didampingi Dr. Asro’i, M.Pd., selaku Kasubdit Ketenagaan Ditjen Pendidikan Islam.

Dokumen resmi diterima oleh Rektor Universitas Islam Tebo, Dr. Nurhuda, S.Pd., M.Pd., yang hadir bersama Ketua Yayasan Pendidikan Tebo, Drs. Tarmizi, M.M., serta jajaran pimpinan dan civitas akademika.

Baca Juga :  Terhimpit Alat Berat, Seorang Operator di Sumay Meninggal Dunia

Rektor Universitas Islam Tebo, Nurhuda, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas dukungan semua pihak yang telah mengawal proses alih status IAI Tebo menjadi Universitas Islam Tebo.

“Alhamdulillah, perubahan status ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh civitas akademika dan dukungan penuh dari Yayasan Pendidikan Tebo serta masyarakat,” ungkapnya.

“Ini bukan akhir dari perjuangan, tetapi awal dari tanggung jawab yang lebih besar untuk menghadirkan pendidikan tinggi Islam yang unggul, adaptif, dan berdaya saing,” ujar Nurhuda.

Baca Juga :  Gegara Kompor Meledak, Rumah Warga Terbakar di Rimbo Ulu

Ia menegaskan bahwa transformasi menjadi universitas akan memperluas cakupan pengembangan akademik, membuka program studi baru lintas disiplin, serta memperkuat riset dan pengabdian kepada masyarakat.

“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan mutu tata kelola, kualitas dosen, sarana prasarana, serta kolaborasi dengan berbagai pihak. Universitas Islam Tebo harus menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan yang berlandaskan nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan,” tambahnya.