Kado Istimewa Milad ke-69 Jambi 2026: Menjemput Fajar Kesejahteraan

Prof. Dr. Mukhtar Latif, M.Pd Tenaga Ahli Gubernur Jambi, Ketua ICMI Orwil Jambi – Guru Besar UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi. Foto: Diskominfo Provinsi Jambi

Oleh: Profesor Mukhtar Latif

A. Pendahuluan: Hilirisasi sebagai Tulang Punggung Transformasi Jambi

Di usia ke-69 Provinsi Jambi pada Januari 2026 ini, kita berdiri pada sebuah titik balik sejarah yang menentukan. Kelimpahan Sumber Daya Alam (SDA) yang kita miliki tidak boleh lagi hanya dipandang sebagai komoditas perdagangan mentah yang terjebak dalam “Paradoks Kelimpahan”. Sebagaimana ditegaskan oleh Sachs (2021), geografi dan teknologi harus berpadu agar kekayaan alam tidak menjadi beban, melainkan modal institusional untuk kemajuan.

Oleh karena itu, kita harus meneguhkan posisi Hilirisasi SDA sebagai tulang punggung (backbone) pembangunan. Hilirisasi adalah instrumen krusial untuk memutus rantai ekonomi ekstraktif dan menggantinya dengan ekosistem nilai tambah yang berkelanjutan. Ketika hilirisasi berjalan, ia akan berfungsi sebagai jantung yang memompa oksigen ke seluruh organ pembangunan: dari penciptaan lapangan kerja, penurunan angka kemiskinan, hingga peningkatan mutu sumber daya manusia di bidang pendidikan. Ini adalah upaya membangun kedaulatan ekonomi rakyat yang resilien terhadap guncangan pasar global melalui integrasi ke dalam rantai pasok yang lebih bermartabat (Gereffi, 2023).k

Baca Juga :  Wagub Sani: BK Festival Perkuat Kolaborasi dan Inovasi Adaptif Relevan dengan Perkembangan Zaman
Baca Juga :  Menang Hasil Pleno Tingkat Provinsi, Saksi Haris-Sani Sujud Syukur

B. Eskalasi Lapangan Kerja dan Pemutusan Rantai Kemiskinan Struktural

Hilirisasi yang berjalan efektif diproyeksikan mampu menjemput 200.000 tenaga kerja baru yang berawal di Jambi pada tahun 2026. Menurut teori Multiplier Effect yang diperbarui oleh Jomo (2024), diversifikasi ekonomi di wilayah kaya sumber daya alam hanya akan berhasil jika industrialisasi hilir mampu menciptakan keterkaitan kerja yang luas di sektor jasa dan logistik pendukung.