Dino adalah anak gembala yang setiap hari menggembalakan kambing di padang rumput hijau di pinggir desa. Ia sangat suka bermain-main sendirian. Namun, suatu hari, karena merasa bosan, Dino mendapat ide iseng.
“Aku akan pura-pura berteriak minta tolong. Pasti semua orang berlari ke sini!” pikirnya nakal.
Maka, dengan suara keras, Dino berteriak, “Tolong! Serigala datang! Serigala datang!”
Mendengar itu, para petani dan penduduk desa bergegas berlari ke padang rumput membawa tongkat dan alat untuk mengusir serigala. Mereka tiba dengan napas tersengal, tetapi tidak ada serigala yang terlihat.
Dino hanya tertawa terpingkal-pingkal. “Haha! Kalian kena tipu!”
Penduduk desa menggelengkan kepala, kesal. Mereka kembali bekerja.
Namun, keesokan harinya, Dino mengulangi hal yang sama. Ia kembali berteriak, “Serigala! Ada serigala!”
Dan lagi-lagi, para petani datang berlari… hanya untuk menemukan bahwa mereka dibohongi lagi.
“Kamu tidak boleh mempermainkan kepercayaan orang, Dino,” kata salah satu petani dengan nada marah.
Beberapa hari kemudian, tanpa diduga, seekor serigala sungguhan muncul dari hutan! Ia mengendap-endap ke arah kambing-kambing milik Dino.
Dino ketakutan dan berteriak sekeras-kerasnya, “Tolong! Serigala sungguhan! Tolong!”
Tapi kali ini, tak seorang pun datang menolong. Mereka semua berpikir bahwa Dino hanya berbohong lagi.
Serigala itu pun membawa pergi beberapa kambing.
Menyesal dan menangis, Dino kembali ke desa dan menceritakan kejadian sebenarnya.
Kepala Desa berkata dengan bijak, “Sekali kejujuranmu diragukan, sulit membuat orang percaya lagi. Jadilah anak yang jujur selalu, Dino.”
Sejak hari itu, Dino berjanji dalam hatinya untuk tidak pernah berbohong lagi, walau hanya untuk bermain-main.
Pesan Moral:
Sekali kita berbohong, kepercayaan orang lain sulit didapat kembali.
Editor: Madi







