Peringatan yang Menjadi Pernyataan Sikap
Perayaan Hari Tani Nasional 2025 di Pandai Sikek akhirnya berubah menjadi momen perlawanan sekaligus refleksi.
Bagi masyarakat, mempertahankan pertanian bukan hanya soal menjaga profesi, tetapi juga menjaga identitas, budaya, dan keberlanjutan lingkungan.
Selain baliho, kegiatan peringatan juga diisi dengan diskusi antara generasi tua dan muda mengenai inovasi pertanian, penggunaan pupuk organik, hingga rencana mengembangkan agrowisata berbasis lanskap budaya.
Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat Pandai Sikek tidak anti pembangunan, melainkan ingin pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan mereka dan berpihak pada rakyat.
“Kami bukan menolak pembangunan. Kami hanya ingin pembangunan yang menjaga tanah dan air, bukan yang mengorbankannya. Pertanian adalah masa depan kami, sekaligus masa depan nagari ini,” tegas seorang pemuda Pandai Sikek. (Rar)







