Sumbar  

Warga Pandai Sikek Pasang Baliho Tolak Geothermal — Tegaskan Pertanian sebagai Pilar Ekonomi yang Lebih Mapan

Warga Pandai Sikek memasang baliho penolakan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) di gerbang nagari, sebagai simbol sikap kolektif mempertahankan pertanian sebagai pilar utama ekonomi. Foto: Rizki

Peringatan yang Menjadi Pernyataan Sikap

Perayaan Hari Tani Nasional 2025 di Pandai Sikek akhirnya berubah menjadi momen perlawanan sekaligus refleksi.

Bagi masyarakat, mempertahankan pertanian bukan hanya soal menjaga profesi, tetapi juga menjaga identitas, budaya, dan keberlanjutan lingkungan.

Selain baliho, kegiatan peringatan juga diisi dengan diskusi antara generasi tua dan muda mengenai inovasi pertanian, penggunaan pupuk organik, hingga rencana mengembangkan agrowisata berbasis lanskap budaya.

Baca Juga :  Bupati Agus Rubiyanto : Tebo Dapat Alsintan dan Irigasi Rp 50 Miliar, Cetak Sawah 500 Hektar

Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat Pandai Sikek tidak anti pembangunan, melainkan ingin pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan mereka dan berpihak pada rakyat.

Baca Juga :  Wako dan Wawako Pandang Panjang dengar Keluhan Pedagang

“Kami bukan menolak pembangunan. Kami hanya ingin pembangunan yang menjaga tanah dan air, bukan yang mengorbankannya. Pertanian adalah masa depan kami, sekaligus masa depan nagari ini,” tegas seorang pemuda Pandai Sikek. (Rar)