Warga Geger, WNA Asal China Ditemukan Tinggal di Kontrakan Tebing Tinggi Tanpa Lapor RT

Padlin Hapizi (Jawir) ketua RW 07, taman Rajo, kelurahan tebing Tinggi. Foto : Lalu

“Yang ada di dalam kontrakan hanya WNA asal China itu. Komunikasi cukup sulit karena dia tidak bisa berbahasa Indonesia,” jelasnya.

Jawir menambahkan, Ketua RT setempat mengaku tidak mengetahui adanya WNA yang tinggal di wilayah tersebut. Informasi pertama justru diperoleh dari laporan warga.

“RT tidak mengetahui keberadaan WNA itu. Setelah ada laporan masyarakat, barulah dilakukan pengecekan bersama,” ungkapnya.

Menyikapi peristiwa tersebut, pihak RW 07 berencana menggelar rapat koordinasi bersama para Ketua RT dan unsur kepemudaan guna memperkuat pengawasan terhadap pendatang, termasuk warga negara asing yang masuk ke lingkungan mereka.

Baca Juga :  Tiga Pelaku Narkotika, Dibekuk Polisi di Rimbo Bujang Tebo

“Dalam waktu dekat kami akan mengadakan rapat bersama seluruh Ketua RT dan tokoh pemuda untuk membahas mekanisme pengawasan terhadap pendatang agar kejadian serupa dapat terpantau lebih baik,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Punti Kalo, Ijal, mengaku tidak mengetahui adanya kedatangan WNA asal China yang disebut menemui salah satu warganya.

“Saya tidak mengetahui adanya WNA China yang datang ke desa untuk menemui warga kami,” ujarnya.

Baca Juga :  Gara-Gara Anak Dituding Mencuri Kotak Wakaf, Orangtua Nyaris Baku Hantam

Meski demikian, ia mengingatkan pentingnya kepatuhan terhadap aturan administrasi bagi setiap tamu yang datang dari luar daerah.

“Setiap tamu dari luar daerah wajib melapor dalam waktu 1×24 jam kepada RT, kepala dusun, atau pemerintah desa agar keberadaannya dapat diketahui dan didata,” katanya.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Imigrasi terkait status, tujuan kedatangan, maupun aktivitas WNA asal China tersebut di Kabupaten. (adl)