Tindaklanjut Atensi Presiden, Bupati dan Wabup Bungo Launching Gerakan Bungo Bersih 

Bupati Bungo H. Dedy Putra bersama Wakil Bupati Tri Wahyu Hidayat resmi melaunching kegiatan Kurve serentak bertajuk Bungo BARU Bungo Bersih, Jumat (13/2/2026). Foto : Dokpim Setda

SIDAKPOST.ID, BUNGO – Bupati Bungo H. Dedy Putra bersama Wakil Bupati Tri Wahyu Hidayat resmi melaunching kegiatan Kurve serentak bertajuk Bungo BARU Bungo Bersih, Jumat (13/2/2026).

Kegiatan ini gerak cepat menindak lanjuti arahan Presiden RI Prabowo Subianto terkait penguatan budaya bersih dan penghijauan melalui pelaksanaan Gerakan Nasional Indonesia ASRI.

Mengusung ” Bungo Baru Bungo Bersih ” atau Gerakan Cepat, Serentak, dan Berkelanjutan Menuju Kabupaten Bungo Bersih di pusatkan di Masjid Agung Al Mubarak, dan diikuti oleh Forkompimda, seluruh perangkat daerah, Instansi Vertikal, Pimpinan Perbankan, dan masyarakat sekitar serta diikuti oleh seluruh Camat se-Kabupaten Bungo di wilayah kerja masing- masing. ‎

Baca Juga :  Kepala Cabang Jasa Raharja Jambi Hadiri Pembukaan Rakernis Ditlantas Polda Jambi

Bupati Dedy Putra menegaskan bahwa gerakan ini bukan sekadar seremonial, melainkan komitmen nyata pemerintah daerah dalam mendukung program nasional menuju Indonesia yang bersih, hijau, dan asri.

“ Gerakan Bungo BARU ini adalah bentuk keseriusan kita dalam membangun budaya hidup bersih dan peduli lingkungan. Ini bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat,” tegasnya.

Baca Juga :  Kades Terpilih Purwoharjo Resmi Dilantik Wabup Tebo

Ia juga menyampaikan bahwa kegiatan gotong royong ini wujud nyata kebersamaan dan kepedulian dalam menciptakan lingkungan ibadah yang bersih dan nyaman bagi masyarakat.

“Masjid adalah pusat kegiatan umat. Menjelang Ramadhan, sudah sepatutnya kita memastikan rumah ibadah dalam kondisi bersih, rapi, dan nyaman agar jamaah dapat beribadah dengan khusyuk,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Tri Wahyu Hidayat mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjadikan gerakan ini sebagai momentum perubahan pola pikir dan perilaku terhadap kebersihan lingkungan.