Sementara Kapolres Bungo, AKBP Wahyu Bram kepada sidakpost.id mengungkapkan semua masukan dari tokoh masyarakat di Jumat Curhat harus benar-benar ditindak lanjuti. Karena ia ingin, semua saran dan masukan yang positif sesegera mungkin dijalankan.
“Seperti tadi pagi anggota menemukan 2 siswa yang membolos dan nongkrong di tempat sepi. Tentu bila ini dibiarkan maka bisa berdampak buruk bagi anak-anak kita di masa mendatang. Tentu, para orang tua juga harus peka dengan kondisi anak-anak yang berangkat ke sekolah,” ungkap Bram.
Lanjut Bram, tugas ini tentu harus secara bersama-sama dilaksanakan seperti para siswa para orang tua harus Pastika apakah anak keluar dari rumah sampai ke sekolah apakah tidak. Contoh nyata sudah ada dua siswa membolos, mungkin dari rumahnya pergi sekolah tapi kenyataannya tidak.
“Kami juga berharap agar seluruh wali dari siswa harus ada group WhatsApp khusus bersama wali kelas. Dengan group ini bisa menanyakan langsung apakah anak-anak benar-benar masuk ke sekolah atau tidak. Karena cara cara seperti ini, bentuk cegah terjadinya perilaku menyimpang bagi anak, ” tutup Kapolres. (zek)








