“Pemerintah daerah perlu berhati-hati dan bijaksana dalam mengambil keputusan. Pertimbangan yang matang dan memperhatikan kearifan lokal sangat penting agar tidak menimbulkan gejolak di masyarakat,” katanya.
Ketua LCKI Provinsi Jambi, Edi Kurniawan, menyampaikan keprihatinannya terhadap peredaran narkoba yang dinilai masih menjadi ancaman serius bagi generasi muda.
Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama berperan aktif dalam upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkotika.
“Pemberantasan narkoba tidak hanya menjadi tugas aparat penegak hukum, tetapi juga membutuhkan partisipasi seluruh elemen masyarakat demi menyelamatkan masa depan generasi muda,” ungkapnya.
Di sisi lain, Ketua Harian KAWAT Tebo, Socheh, menyoroti fungsi Terminal Rimbo Bujang yang diharapkan dapat dioptimalkan sesuai peruntukannya berdasarkan ketentuan yang berlaku.
Ia mendukung rencana pemerintah melalui dinas terkait untuk mengarahkan aktivitas angkutan penumpang maupun barang ke dalam terminal guna mengurangi kemacetan dan aktivitas bongkar muat di kawasan Pasar Sarinah.
“Jika terminal difungsikan sebagaimana mestinya, arus lalu lintas akan lebih tertib dan aktivitas bongkar muat tidak lagi dilakukan di badan jalan,” ujarnya.
Menutup diskusi, wartawan senior Tebo Amir Said mengingatkan insan pers agar senantiasa menjunjung tinggi profesionalisme dalam menjalankan tugas jurnalistik.
Menurutnya, setiap pemberitaan harus disusun berdasarkan fakta, menerapkan prinsip 5W+1H, mematuhi Kode Etik Jurnalistik, serta mengedepankan keberimbangan informasi.
“Wartawan harus menghasilkan karya jurnalistik yang akurat, berimbang, dan mampu memberikan edukasi kepada masyarakat,” tutupnya. (asa)








