Yang jelas pasca dukungan Gerindra berubah (tidak ke Cabup Monadi saat itu, red) Eka sudah sulit dihubungi.
“Ya, Eka tak pernah bisa lagi dihubungi saat ini. Kenapa Eka musti takut dihubungi, jika tidak memakan uang mahar politik itu, dan hanya sebagai kurir,” tambah H Murasman, seperti yang dilangsir oleh jejakjambi.com.
Hal senadah juga diakui Monadi. Pria berkulit sawo matang ini, tak menyangkal jika Eka Darma merupakan teman akrabnya mulai dari duduk dibangku SMP hingga SMA.
”Saya sendiri tidak begitu tahu kapan dan dimana penyerahan mahar politik itu terjadi. Saya sendiri baru tahu ada mahar politik gagal itu, justru dari orang tua saya H Murasman. Miris memang, pertemanan ini menjadi rusak imbas dari mahar politik gagal ini. Dan sampai sekarang Eka sulit ditemui. Nah, karena memang tidak ada solusi, makanya persoalan mahar politik ini kita laporkan ke Polda Jambi. Dan beberapa waktu lalu saya sudah diambil keterangan pihak penyidik Polda Jambi atas delik kasus ini,” tandasnya sedikit panjang lebar.
Lalu apa tanggapan Eka Darma terkait tudingan ‘kurir’ dari mahar politik ini..? Beberapa kali dihubungi via aplikasi WhattsApp dinomor 081274069XXX, Eka Darma masih belum mau memberikan respon. (red)








