Raudhatul Mujawidin, Satu-satunya Sekolah di Jambi Gelar Ujian Cambridge

Foto bersama dewan guru SMP dan SMA Raudhatul Mujawidin usai penyelenggaraan Ujian Cambridge English Assessment di Ponpes Raudhatul Mujawidin 2, Kecamatan Rimbo Bujang, Kabupaten Tebo, Jambi. Foto: Amir

SIDAKPOST.ID, TEBO – SMP dan SMA Raudhatul Mujawidin merupakan lembaga pendidikan formal di bawah naungan Yayasan Pondok Pesantren (Ponpes) Raudhatul Mujawidin. Sekolah ini berlokasi di Unit 6 Tirta Kencana, Kecamatan Rimbo Bujang, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi.

SMP dan SMA Raudhatul Mujawidin terintegrasi dalam Madrasah Mu’allimin Muallimat (M3ROMU) dengan program wajib belajar enam tahun untuk jenjang SLTP hingga SLTA.

Seiring peningkatan jumlah siswa dari tahun ke tahun, lembaga ini terus berinovasi dengan menghadirkan program pendidikan unggulan. Salah satunya melalui penerapan kurikulum internasional Cambridge pada sejumlah mata pelajaran, seperti Bahasa Inggris, Matematika, Fisika, Kimia, dan Biologi.

Selain itu, siswa juga mengikuti program study tour berupa praktik berbicara dengan penutur asing dan kunjungan belajar di empat pulau: Sumatera, Jawa, Madura, hingga Bali.

Pada 31 Mei 2025, M3ROMU mencatat sejarah baru dengan menyelenggarakan ujian Cambridge English Assessment. Ujian ini bekerja sama dengan konsultan pendidikan Mentari Grup dari Jakarta dan diikuti oleh 50 peserta, terdiri dari 35 siswa level B1 (SLTP) dan 15 siswa level B2 (SLTA).

Baca Juga :  GENRE Tebo Sosialisasi Narkoba,Cegah Generasi Masuk Jurang Kehancuran

“Program ujian ini diselenggarakan sebagai bentuk komitmen lembaga M3ROMU untuk memberikan pelajaran dan pengalaman terbaik kepada para santri. Ini adalah langkah awal untuk menjadikan mereka agen perubahan dan global netizen (masyarakat dunia),” jelas Mr. Farihin, Koordinator Bahasa di Mu’allimin Mu’allimat Raudhatul Mujawidin, kepada sidakpost.id.

Mr. Farihin menambahkan, Cambridge Assessment International Education—sebelumnya dikenal sebagai Cambridge International Examinations (CIE)—menawarkan beragam ujian bahasa Inggris, mulai dari tingkat pemula hingga lanjutan.

Jenis ujian tersebut mencakup A2 Key (KET), B1 Preliminary (PET), B2 First (FCE), C1 Advanced (CAE), hingga C2 Proficiency (CPE).

Setiap ujian dirancang untuk menguji berbagai aspek bahasa Inggris, mulai dari tata bahasa, kosakata, membaca, menulis, mendengarkan, hingga berbicara. Ujian Cambridge juga berbasis pada situasi kehidupan nyata, sehingga peserta dapat menunjukkan kemampuan berbahasa dalam konteks praktis dan relevan.

Baca Juga :  Safari Ramadhan di Ladeh Bupati Kerinci Serahkan Bantuan Untuk Mesjid

“Aspek penting lainnya dari Cambridge English Qualification (CEQ) adalah fokus pada pemberian sertifikat yang berharga bagi para santri. Sertifikat ini diakui universitas, pemberi kerja, dan organisasi di seluruh dunia. Tidak hanya membuktikan kemampuan bahasa Inggris, tetapi juga membuka akses untuk pendidikan dan karier di masa depan, seperti beasiswa, lamaran kerja, permohonan visa, dan kebutuhan profesional lainnya,” terang Mr. Farihin.

Menurutnya, SMP dan SMA Raudhatul Mujawidin menjadi satu-satunya sekolah di Provinsi Jambi yang menyelenggarakan ujian bertaraf internasional tersebut.

“Tentunya hal ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi para santri (test takers), wali murid, pihak sekolah, dan segenap pengasuh yayasan Pondok Pesantren Raudhatul Mujawidin. Diharapkan program ini memacu semangat belajar bahasa Inggris, karena memiliki standar kemampuan yang jelas dan diakui secara global,” pungkasnya. (asa)