Sementara itu, apabila menginginkan tempe yang renyah di bagian luar tetapi masih terasa lembut di dalam, gunakan irisan sedikit lebih tebal.
Usahakan ukuran setiap potongan seragam agar tingkat kematangannya merata.
3. Gunakan Campuran Tepung Beras dan Tepung Terigu
Bagi penggemar tempe goreng tepung, pemilihan bahan pelapis menjadi salah satu kunci menghasilkan tekstur renyah.
Campurkan tepung beras dan tepung terigu dengan perbandingan sekitar 2:1. Tepung beras membantu menghasilkan lapisan yang lebih garing, sedangkan tepung terigu membantu adonan menempel pada permukaan tempe.
Tambahkan bawang putih halus, ketumbar, garam, dan sedikit kunyit sesuai selera untuk memberikan rasa gurih serta aroma yang menggugah selera.
Gunakan air dingin secukupnya hingga adonan tidak terlalu kental. Lapisan tepung yang terlalu tebal justru dapat membuat tempe terasa berat dan kurang renyah.
4. Pastikan Minyak Sudah Cukup Panas
Suhu minyak menjadi faktor penting dalam menghasilkan tempe goreng yang renyah.
Minyak yang belum cukup panas dapat membuat lapisan tepung lebih banyak menyerap minyak sebelum mengeras. Sebaliknya, minyak yang terlalu panas berisiko membuat bagian luar cepat kecokelatan sementara bagian dalam belum matang sesuai keinginan.
Untuk tempe goreng tepung, suhu sekitar 170–180 derajat Celsius dapat dijadikan titik awal, kemudian disesuaikan dengan ketebalan tempe dan kondisi penggorengan.
Jika tidak memiliki termometer dapur, masukkan sedikit adonan tepung. Apabila muncul gelembung dan adonan perlahan naik ke permukaan, minyak biasanya sudah cukup panas untuk mulai menggoreng.
5. Jangan Memasukkan Terlalu Banyak Tempe Sekaligus
Memasukkan tempe terlalu banyak ke dalam wajan dapat menurunkan suhu minyak secara drastis.









