Nasib SDN di Perbatasan Bungo – Sumbar Terancam Tutup

Beginilah Proses belajar mengajar di SDN 80/II Sirih Sekapur Bungo. Foto : sidakpost id/azh

SIDAKPOST.ID, BUNGO – Sekolah Dasar SDN 80/II Sirih Sekapur, kecamatan Jujuhan, kabupaten Bungo yang berada di wilayah perbatasan Bungo – Sumbar sangat memprihatinkan.

Pasalnya, dalam penerima siswa baru di tahun ajaran 2024/2025 hanya mendapat dua orang siswa. Angka ini terus turun dari tahun sebelumnya 6 orang siswa

Salah seorang Guru kepada mengatakan memang dalam penerimaan siswa baru di SDN 80/II Sirih Sekapur menurun dari tahun ke tahun. Kalau terus seperti ini bisa bisa tidak ada siswa ke depannya.

“Karena sekolah kita di perbatasan jadi kami menduga banyak yang mendaftar ke sekolah di kabupaten tetangga. Tahun lalu 6 sekarang hanya 2 orang sangat jauh turunnya,” ujar Dewi, Kamis (18/7).

Baca Juga :  Dari 751 Lulus Administrasi, 186 Guru Honorer di Bungo Diangkat Jadi PPPK

Jadi kata Dewi, kalau seperti ini terus menurun siswa baru maka bisa bisa di tahun berikutnya sekolah terancam tutup.  Pihak sekolah sudah berupaya mensosialisasikan kepada masyarakat.

“Kami sudah berupaya sosialisasi agar masyarakat memasukan anaknya ke SDN 80/II Sirih Sekapur. Tapi kenyataan SD kami  hanya 2 orang siswa baru, untuk keseluruhan siswa kami hanya 60 orang, ” keluhnya.

Tak hanya SDN 80 saja yang kekurangan siswa baru, namun SD Negeri 212 Sirih Sekapur Perkembangan yang juga dekat perbatasan mengalami penurunan dari 38 siswa baru tahun ajaran 2024/2025, hanya mendapat 27 siswa.

Baca Juga :  Mendidik Anak Kecanduan Game Online Lewat Pendekatan Psikologis dan Religius

Sementara itu, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan kabupaten Bungo, Endy membenarkan sudah mendapat laporan. dari pihak sekolah. Karena ada SD IT di cabang Sungai Rumbai Berdiri di Rantau Ikil, memakai gedung Madrasah milik desa.

“Jadi untuk di SD IT yang ada di Rantau Ikil itu baru menerima 15 siswa baru, tapi kami belum menerima laporan dari SD IT kalau mereka hendak beraktivitas di wilayah Jujuhan. Kini sedang kami telusuri agar Maslah ini cepat selesai,” ujarnya. (azh)