Menteri Lingkungan Hidup Puji Komitmen Pemprov Tangani Karhutla di Provinsi Jambi

Gubernur Jambi Al Haris terima Kunjungan Menteri Lingkungan Hidup dalam acara peninjauan penangan karhutla di Jambi. Foto : Diskominfo

Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup RI Dr. Hanif Faisol Nurofiq, S.Hut dalam wawancaranya menyatakan bahwa setelah peninjauan melalui udara ada beberapa catatan yang harus menjadi perhatian bersama.

“Kita sementara yang kami mencermati dari perhitungan kami, tentu nanti perlu dikoreksi dengan teman-teman dari kehutanan karena planologinya ada disana, maka data kami menyebutkan bahwa luas Karhutla sampai saat ini se-Indonesia mencapai hampir 5 ribu hektar, kemudian 440 an sekian dikontribusi oleh Jambi. Artinya hampir 10% Jambi mengkontribusi luas kebakaran hutan dan lahan,” ujar Menteri Lingkungan Hidup RI.

Menteri Hanif Faisol menjelaskan, ada beberapa provinsi saat ini ada potensial terjadinya Karhutla, namun upaya upaya masif sebenarnya telah menjadi legasi dari teman-teman Provinsi Jambi.

Baca Juga :  Haul Syekh Abdul Qodir Al-Jailani Dihadiri Bupati Tanjabbarat dan Wagub Jambi

Ada 3 hal utama yang telah dilakukan dan sampai hari ini tetap dilakukan, yang pertama adalah early warning system, yang disusun oleh bapak Gubernur dan pak Kapolda waktu itu yang sampai sekarang masih berjalan.

Kemudian penaatan tinggi muka air tanah yang dilaksanakan oleh teman-teman Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup provinsi maupun kabupaten kota.

“Terakhir adalah penempatan posko-posko, tadi disebutkan hampir ada 60 an lebih posko di seluruh Jambi didalam penanggulangan areal-areal kritisnya dan ini terus langsung. Ini 3 hal yang belum saya rasa dimiliki oleh semua provinsi,” jelasnya.

Baca Juga :  Bupati Dedy dan Wabup Dayat Hadiri Pengajian IMKK ke 234 Dusun Mulya Jaya

Menteri Hanif Faisol mengungkapkan bahwa upaya-upaya kejadian 2019 ternyata menjadi pelajaran penting buat pemerintah provinsi.

“Kemudian upaya permanen juga telah dilakukan oleh pemerintah pusat melalui BNPB dan BMKG. Jadi kegiatan operasi-operasi modifikasi cuaca itu merupakan cara permanen dalam rangka penanggulangan Karhutla melalui keilmuan dari BMKG, maka kita semua bisa memproyeksikan kepanjangan dari musim hujan melalui operasi tersebut, kemudian BMKG menindaklanjuti melalui unit-unit OMC maupun water bombing dan heli patrol,” ungkapnya.