Namun yang menarik adalah beredarnya berbagai nama-nama yang disebut-sebutkan didalam berbagai nuansa politik di Jambi.
Selain SAH, kesemuanya adalah kepala daerah/Wakil Kepala Daerah. Sehingga disebutkan nama-nama Kepala daerah/wakil Kepala daerah mematahkan mitos sekaligus mementahkan pandangan dari pengamat yang menyebutkan Jambi telah terjadinya krisis kepemimpinan.
Baca Juga : Opini : Politik Baper dan Politik Panik
Selain itu, nama-nama yang beredar yang memegang posisi sebagai Kepala daerah/Wakil Kepala daerah juga sebagai ketua Partai di Jambi.
Prestasi sebagai Kepala Daerah juga telah dibuktikan dengan mampu menempatkan partai yang dipimpinnya mempunyai suara yang signifikan. Bahkan mampu mengirimkan setiap wakil dari setiap Partai untuk melenggang ke senayan.
Prestasi sebagai Kepala daerah yang kemudian dilanjutkan dan dibuktikan sebagai Ketua Partai yang prestasinya tidak boleh diremehkan justru memperkuat argumentasi, kaderisasi kepemimpinan dan setiap partai mampu menyediakan stok kepemimpinan untuk Pilgub Jambi 2024.
Sehingga tidak salah Pilgub Jambi 2024 adalah kontestasi Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah sekaligus sumbangan kepemimpinan dari Partai politik.
Sehingga tidak tepat bahkan terlalu naif ketika menyebutkan Pilgub Jambi 2024 dinyatakan sepi dan terjadinya krisis kepemimpinan.
Kembali ke Pilgub Jambi 2024, Pilgub Jambi 2024 adalah mengulangi kontestasi Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah tahun 2020.
Tahun 2020, Al Haris (Bupati Merangin), Cek Endra (Bupati Sarolangun) dan Fachori Umar (Wakil Gubernur). Begitu juga HBA (Bupati Sarolangun) dan Zumi Zola (Bupati Tanjabtim) tahun 2015.






