Opini, Tebo  

Kisah Sultan Thaha dan Politik Anak Muda Zaman Now

Namun dibalik itu semua Sultan Thaha juga memiliki ketulusan, komitmen, tidak mudah percaya terhadap orang asing, diplomatis, tegas, dan yang paling penting adalah konsisten antara ucapan dan perbuatannya.

Dalam kontestasi politik 2019 seharusnya kita memiliki kesempatan yang sama untuk diberikan rasa optimisme dan memandang anak muda adalah kekuatan.

Memang tidak dipungkiri kepercayaan terhadap anak muda sebagai Wakil Rakyat maupun pemimpin masih tergolong rendah padahal jumlah pemilih Anak Muda setiap tahun meningkat.

Anak muda malas berpolitik bukan berarti mereka tidak suka berpolitik namun dalam realita yang kita lihat politik dipandang sebuah keruwetan, hoak, sekedar janji, bahkan ongkos besar.

Baca Juga :  Ariansyah : HUT RI Tahun Ini di Provinsi Jambi Akan Ada Event Meriah

Anak muda dengan berbagai talenta mereka mewujudkan gagasannya pada komunitasnya, organisasi sosial dan masyarakat dan LSM.

Itu tidak salah karena itu merupakan bagian terhadap pembangunan bangsa dan negara. Lantas apa yang merubah untuk mewujudkan optimisme terhadap anak muda?

Kita letakkan posisi anak muda sebagai sebuah kekuatan, ingat pepatah mengatakan generasi muda penerus bangsa. Jika pemuda ingin melek politik maka didik sejak muda bagaimana berpolitik yang baik dan itu adalah tanggung jawab generasi sebelumnya.

Baca Juga :  SDN 200/II Dusun Embacang Gedang Sukses Tampil Saat Pawai Pembangunan

Siapa yang menyangka Sultan Thaha Saifuddin akan menjadi Pahlawan Nasional bahkan namanya tersohor hingga ke negeri jiran.

Berikan anak muda kepercayaan untuk mengembangkan potensinya, berikan arahan dan contoh yang baik, bukan tidak mungkin 2019 akan lagir generasi muda yang berjiwa seperti Sultan Thaha Saifuddin.

PENULIS : Slamet Setya Budi, Pemerhati Sejarah dan Politik di Tebo