Kalau Tujuan Hidup Hanya Dunia dan Manusia, Lelahnya Tak Akan Pernah Selesai

Ilustrasi seorang pria terlihat lelah dan tertekan meski dikelilingi pekerjaan serta berbagai pencapaian materi. Foto: AI

SIDAKPOST.ID, BANDUNG – Mengapa ada orang yang hidupnya terasa begitu lelah, padahal segala kebutuhan telah terpenuhi dan hidupnya tampak serba cukup? Pertanyaan ini menjadi renungan yang disampaikan dai kondang KH Abdullah Gymnastiar atau yang akrab disapa Aa Gym.

Melalui sebuah pesan dakwah yang beredar di media sosial, Aa Gym mengingatkan bahwa salah satu penyebab utama kelelahan hidup adalah ketika seseorang terlalu sibuk mengejar pengakuan manusia, bukan mencari ridha Allah SWT.

“Kenapa ada orang hidupnya lelah padahal segala ada dan serba cukup? Penyebabnya adalah sangat sibuk dengan pengakuan orang, bukan mencari ridha Allah,” demikian pesan yang disampaikan Aa Gym.

Pesan tersebut menjadi refleksi bagi banyak orang di tengah kehidupan modern yang penuh persaingan. Tidak sedikit yang menghabiskan energi untuk mendapatkan pujian, penghargaan, popularitas, hingga validasi dari lingkungan sekitar. Namun ketika pengakuan itu tidak datang sesuai harapan, muncul rasa kecewa, gelisah, bahkan kelelahan batin yang berkepanjangan.

Baca Juga :  Bj Habibie Meninggal Dunia, Pemerintah Tetapkan Hari Berkabung Nasional

Dalam pandangan Islam, tujuan hidup manusia sesungguhnya bukanlah mengejar dunia ataupun penilaian manusia. Allah SWT telah menjelaskan dalam Al-Qur’an bahwa manusia diperintahkan untuk beribadah kepada-Nya dengan penuh keikhlasan.

Allah SWT berfirman:

‎وَمَآ اُمِرُوْٓا اِلَّا لِيَعْبُدُوا اللّٰهَ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ حُنَفَاۤءَ وَيُقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَيُؤْتُوا الزَّكٰوةَ وَذٰلِكَ دِيْنُ الْقَيِّمَةِ

“Mereka tidak diperintah, kecuali untuk menyembah Allah dengan mengikhlaskan ketaatan kepada-Nya lagi hanif (istikamah), melaksanakan salat, dan menunaikan zakat. Itulah agama yang lurus (benar).” (QS. Al-Bayyinah: 5).

Ayat tersebut menegaskan bahwa inti kehidupan seorang Muslim adalah mengabdi kepada Allah SWT. Ketika orientasi hidup bergeser hanya untuk mengejar harta, jabatan, popularitas, atau pujian manusia, maka seseorang akan terus merasa kurang dan lelah karena target dunia tidak pernah memiliki batas.

Baca Juga :  Kemajuan Sains dalam Dunia Islam

Sebaliknya, ketika ridha Allah menjadi tujuan utama, setiap aktivitas yang dilakukan dengan niat yang benar akan bernilai ibadah. Kegagalan tidak membuat putus asa dan keberhasilan tidak menjadikan seseorang lupa diri, karena semua dikembalikan kepada kehendak Allah SWT.

Di era media sosial saat ini, ketika banyak orang berlomba-lomba mencari pengakuan dan validasi publik, pesan Aa Gym tersebut menjadi pengingat bahwa ketenangan sejati tidak lahir dari penilaian manusia. Ketenangan hadir ketika hati bersandar kepada Allah SWT dan seluruh ikhtiar dilakukan semata-mata untuk meraih ridha-Nya.

Sebab jika tujuan hidup hanya dunia dan manusia, maka lelahnya tidak akan pernah selesai. Namun jika tujuan hidup adalah Allah SWT, maka setiap langkah akan memiliki makna, setiap ujian akan bernilai pahala, dan setiap kelelahan akan berbuah keberkahan.

Sumber: Aa Gym Reminders OFFICIAL
Editor: Madi