Bungo  

Kabut Asap Mulai Menyelimuti, Bandara Muara Bungo Masih Berjalan Normal

Aktivitas Penerangan di Bandar Udara Muara Bungo Tetap Berjalan Normal seperti biasa hal itu disampaikan langsung pihak oleh Plt Kepala Bandar Muara Bungo, Sony Aditya Pratama. Foto : Julian (dok sidak-post.id)

SIDAKPOST.ID, BUNGO – Kabut asap mulai menyelimuti sejumlah wilayah di Kabupaten Bungo, Jambi. Kondisi itu terlihat dari jarak pandang di sepanjang Jalan Lintas Sumatera yang mulai berkabut.

Namun, operasional penerbangan di Bandar Udara Muara Bungo masih berjalan normal.

Plt Kepala Bandar Udara Muara Bungo, Sony Aditya Pratama, mengatakan hingga Selasa (25/8), seluruh penerbangan dari dan menuju Muara Bungo masih berlangsung tanpa gangguan.

“Untuk saat ini penerbangan di Bandar Udara Muara Bungo masih berjalan normal. Belum ada keterlambatan (delay), pengalihan (divert), maupun pembatalan (cancel),” ujar Sony saat dikonfirmasi, Selasa (25/8).

Baca Juga :  Kadisdik Tebo Dukung Penuh Workshop Peduli Lingkungan Oleh WWF Jambi

Menurut Sony, jarak pandang atau visibility di kawasan bandara saat ini masih sekitar 5.000 meter. Kondisi tersebut masih berada di atas batas minimum yang dibutuhkan untuk proses pendaratan, khususnya bagi maskapai Batik Air.

“Jarak pandang minimum yang dibutuhkan untuk pendaratan Batik Air 2.600 meter dan saat ini terpantau sekitar 5.000 meter,” katanya.

Meski masih normal, pihak bandara terus memantau perkembangan kabut asap secara berkala bersama pihak terkait. Pemantauan dilakukan untuk memastikan kondisi penerbangan tetap memenuhi standar keselamatan.

Baca Juga :  Musim Kemarau Tiba, Begini Trik Merawat Sawit TBM agar Tidak Stres Kekeringan

Sony mengatakan perubahan kondisi cuaca dan jarak pandang tetap menjadi perhatian. Jika kabut asap semakin pekat hingga jarak pandang berada di bawah standar keselamatan penerbangan, pihak bandara dapat mengambil langkah operasional sesuai kondisi di lapangan.

“Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan apabila kondisi kabut asap semakin memburuk akan terjadi keterlambatan, pengalihan, bahkan pembatalan penerbangan,” ujarnya. (jul)